Apple Siapkan Fitur Komunikasi Satelit Baru di iPhone, Tak Cuma untuk Darurat

2026-01-17 07:38:47
Apple Siapkan Fitur Komunikasi Satelit Baru di iPhone, Tak Cuma untuk Darurat
- Apple dilaporkan tengah menyiapkan peningkatan besar pada fitur komunikasi satelit di perangkat iPhone.Raksasa teknologi asal Cupertino ini berencana memperluas kemampuan konektivitas satelit agar iPhone tidak hanya bisa digunakan untuk keadaan darurat, tetapi juga untuk berbagai aktivitas sehari-hari.Laporan ini pertama kali diungkap oleh jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, dalam buletin Power On terbarunya.Gurman menyebut, Apple berencana menghadirkan lebih banyak fitur berbasis satelit, termasuk kemampuan mengirim foto dan mendukung jaringan 5G NTN (non-terrestrial network) yang memanfaatkan satelit untuk memperluas jangkauan sinyal seluler.Baca juga: Fitur SOS iPhone Selamatkan Pendaki Cidera di Ketinggian 3.000 MeterDengan dukungan tersebut, pengguna di wilayah terpencil tanpa koneksi seluler atau Wi-Fi nantinya bisa tetap terhubung dengan layanan Apple, termasuk menggunakan Apple Maps untuk navigasi.Selain itu, Apple juga dikabarkan sedang mencari cara agar koneksi satelit bisa berlangsung lebih alami. Alami di sini maksudnya pengguna tidak perlu mengarahkan iPhone ke langit seperti pada fitur komunikasi darurat.Artinya, perangkat iPhone berpotensi tetap terhubung ke jaringan satelit bahkan di dalam ruangan atau area dengan pandangan langit terbatas.Di sisi pengembang, Apple juga disebut tengah menyiapkan Application Programming Interface (API) baru yang memungkinkan pengembang aplikasi pihak ketiga memanfaatkan koneksi satelit untuk berbagai layanan.Baca juga: Bukti Baru Fitur SOS di iPhone 14 Bukan Gimmick SemataApple sendiri pertama kali memperkenalkan komunikasi satelit di iPhone lewat fitur pesan darurat (SOS) pada 2022. Apple kemudian merilis fitur tambahan dengan menghadirkan kemampuan berkirim pesan teks (bukan pesan darurat) via Satelit melalui pembaruan iOS 18.Namun, kemampuan berkirim SMS dengan bantuan satelit ini baru tersedia di beberapa negara saja, seperti AS yang didukung oleh operator T-Mobile.T-Mobile sebelumnya sudah bekerja sama dengan Starlink untuk menguji coba layanan direct-to-cell selama beberapa waktu lalu. Kegiatan uji coba tersebut juga sudah mendapatkan perizinan dari Komisi Komunikasi Federal AS (FCC). Di Indonesia sendiri layanan direct-to-cell Starlink belum tersedia. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-17 05:50