Anggaran Pembangunan Pabrik Pakan Ternak Capai Rp 20 Triliun, Mentan: Bisa dari APBN atau Danantara

2026-01-11 23:59:57
Anggaran Pembangunan Pabrik Pakan Ternak Capai Rp 20 Triliun, Mentan: Bisa dari APBN atau Danantara
JAKARTA, - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran hingga Rp 20 triliun untuk membangun pabrik pakan ternak di 30 titik, terutama di daerah yang mengalami shortage atau kekurangan pasokan.Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyebut ada dua opsi sumber pendanaan untuk proyek besar ini, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau suntikan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anggara Nusantara (Danantara).“Rp 20 triliun ada dua kemungkinan, APBN dan Danantara,” ujar Amran saat ditemui di kediaman pribadinya di kawasan Jakarta Selatan, Jumat sore .Baca juga: Bertahan di Kota, Peternak Sapi Perah Kebon Pedes Hadapi Lahan Sempit dan Kesulitan PakanPembangunan pabrik pakan akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu 12 titik pada tahap pertama dan 18 titik pada tahap berikutnya.Pemerintah memprioritaskan wilayah yang selama ini kekurangan pasokan pakan, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, sementara daerah yang telah tercukupi kebutuhannya akan dikurangi porsinya.Pendekatan ini dilakukan agar distribusi pakan lebih merata dan seluruh peternak, terutama yang berada di wilayah kekurangan, dapat terlayani dengan lebih baik.“Kita fokus membangun pabrik pakan di daerah-daerah yang shortage, seperti Kalimantan dan Sulawesi. Kemudian daerah yang sudah tercukupi itu diminimalkan pembangunannya agar seluruh peternak Indonesia terlayani dengan baik,” paparnya.Pembangunan pabrik pakan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan peternak kecil, bukan membangun peternakan skala kecil baru. Pemerintah ingin memastikan ketersediaan pakan, obat-obatan, dan day old chick (DOC) terpenuhi sehingga peternak kecil memiliki solusi permanen dan tidak terus-menerus tertekan oleh fluktuasi harga komoditas peternakan.Saat ini proyek masuk dalam studi kelayakan (feasibility study/FS) dan diharapkan rampung segera, sehingga awal 2026 pembangunan proyek pabrik pakan ternak sudah dapat dieksekusi.Baca juga: Purbaya Sidak ke Pelabuhan Tanjung Priok, Bongkar Kontainer Pakan dan Vitamin Ternak Asal ChinaAmran berharap pembangunan dapat menciptakan stabilitas pasokan sekaligus menjaga harga komoditas peternakan di pasar.Lebih jauh, Kementerian Pertanian (Kementan) bakal menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk jagung di tingkat petani, yang sejak dulu berada di kisaran Rp 5.500 per kilogram dengan kadar air 18-20 persen.Setelah itu, pemerintah juga bakal menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) jagung di tingkat peternak, yang disepakati berada di sekitar Rp 7.000 per kilogram, dengan kemungkinan sedikit naik atau turun mengikuti kondisi di lapangan. Ketentuan tersebut akan segera diformalkan melalui penerbitan izin resmi dari pemerintah.“Ini adalah membantu saudara-saudara kita sehingga nanti tidak lagi naik turun tidak lagi naik turun harganya. dan ini nanti sustain. terakhir setelah semua jadi perintah Bapak Presiden kami ada HPP ada HET,” katanya.


(prf/ega)