Realisasi KUR Capai Rp 217 Triliun, Airlangga Dorong UMKM Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

2026-01-12 06:23:23
Realisasi KUR Capai Rp 217 Triliun, Airlangga Dorong UMKM Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA, – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.Pemerintah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 217,2 triliun sepanjang 2025, setara 77 persen dari target tahunan.“Realisasi KUR sampai saat ini sudah mencapai Rp 217 triliun telah terdistribusi, dan lebih dari 30 juta pelaku UMKM telah mendapatkan akses pembiayaan. Sebagian besar diarahkan untuk sektor produktif dan padat karya,” kata Airlangga dalam CEO Insight menuju 16th Kompas100 CEO Forum powered by PLN bertema “Menyatukan Arah Indonesia Maju: Energi, Investasi, Talenta, dan Keberlanjutan”, Selasa .Baca juga: Tabel Angsuran KUR BRI November 2025: Pinjaman Rp 1 Juta-Rp 200 Juta, Cek CicilannyaAirlangga menjelaskan, penyaluran KUR menjadi instrumen penting untuk mendorong ekonomi daerah agar lebih inklusif. Pemerintah memastikan alokasi pembiayaan bagi UMKM terus meningkat hingga akhir tahun.Beberapa waktu lalu dilakukan akad massal KUR kepada 800.000 debitur dengan rata-rata pencairan Rp 50 juta. Total dana sekitar Rp 40 triliun akan beredar di masyarakat pada November hingga Desember.“Masih ada sekitar Rp 40 triliun yang akan direalisasikan pada November hingga Desember. Dana ini akan beredar di masyarakat dan membantu menggerakkan roda ekonomi di berbagai wilayah,” ujarnya.Selain pembiayaan, pemerintah melanjutkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk bantuan sosial dan dukungan untuk usaha mikro.Baca juga: BSI Perkuat Ekonomi Syariah Lewat Hilirisasi Emas, KUR, dan Program SosialAirlangga menilai pemberdayaan UMKM tidak cukup lewat pembiayaan. Peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi faktor kunci. Pemerintah menyiapkan program upskilling dan reskilling serta melanjutkan program magang nasional yang menargetkan satu juta peserta tahun depan.“Program magang ini didesain agar tenaga kerja siap masuk ke industri, baik di sektor manufaktur, pertanian, maupun digital,” kata Airlangga.Ia menegaskan, UMKM dan tenaga kerja produktif menjadi dua motor utama menuju target Indonesia Emas 2045. Ia optimistis kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) akan terus meningkat seiring penguatan ekosistem pembiayaan dan transformasi digital di daerah.


(prf/ega)