JAKARTA, – Pemerintah menegaskan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia menjelang 2026, salah satunya ditopang peran strategis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam menarik investasi dan menjaga ketahanan ekonomi.Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Elen Setiadi mengatakan tekanan global masih tinggi, namun KEK telah menjadi prototyping zone yang menawarkan insentif fiskal dan nonfiskal serta prosedur yang lebih sederhana bagi investor.“Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan daya tahan untuk KEK dan Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya dalam avara "Indonesia SEZ Business Forum 2025" yang dihelat pada Selasa .Saat ini terdapat 25 KEK yang dilengkapi infrastruktur terintegrasi dan dirancang untuk memberikan kepastian serta efisiensi. Efektivitas KEK tercermin dari rendahnya Nilai ICOR (Incremental Capital Output Ratio) yang berada di kisaran 2–4, menunjukkan tingkat pengembalian investasi yang tinggi.Baca juga: Investor China Tertarik KEK Industropolis Batang, Fokus Energi Baru dan EVElen menjelaskan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 5,04 persen pada kuartal III 2025 dan diperkirakan menguat hingga 5,2 persen pada akhir tahun. Stabilitas tersebut turut diperkuat inflasi yang tetap rendah sebesar 2,72 persen per November serta kebijakan moneter yang akomodatif.Sektor nonmigas tercatat sebagai yang tercepat tumbuh, sementara industri manufaktur kembali menjadi tulang punggung perekonomian dengan kontribusi 19 persen terhadap PDB dan mencatat ekspansi selama empat bulan berturut-turut.Surplus neraca dagang juga berlanjut selama 66 bulan, dengan nilai 2,39 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 39,4 triliun pada Oktober 2025. Dari sisi investasi, hingga kuartal III 2025 realisasi mencapai Rp 1.434 triliun atau setara 84 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.386 triliun), dan menciptakan 1,9 juta lapangan kerja.“Kami juga masih memegang peringkat investment grade dari berbagai lembaga internasional, memberi keyakinan bahwa pertumbuhan positif akan berlanjut tahun depan,” jelasnya.Baca juga: KEK Industropolis Batang Hadirkan Layanan Keimigrasian, Mudahkan Investor dan Pekerja AsingSebagai informasi, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi naik hingga 8 persen dalam lima tahun ke depan melalui strategi besar dalam RPJMN.Ada delapan langkah utama, termasuk memperkuat hilirisasi, meningkatkan masuknya FDI untuk sektor orientasi ekspor, serta mengembangkan ekonomi biru, hijau, digital, pariwisata, dan ekonomi kreatif.Strategi tersebut dijalankan dengan tiga pendekatan, yaitu revitalisasi mesin ekonomi lama, membangun mesin ekonomi baru, serta mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas SDM.Indonesia juga terus meningkatkan standar regulasi sebagai bagian dari proses aksesi OECD. Sejumlah perjanjian perdagangan telah diselesaikan, termasuk finalisasi substansi IEU-CEPA dan penandatanganan Indonesia–Canada CEPA pada September 2025.Baca juga: Awal Kuartal IV 2025, KEK Industropolis Batang Kantongi Investasi Rp 456,76 Miliar
(prf/ega)
Optimisme Ekonomi Menguat Jelang 2026, Pemerintah Andalkan Kinerja KEK
2026-01-12 07:20:16
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:12
| 2026-01-12 06:00
| 2026-01-12 05:28
| 2026-01-12 05:17
| 2026-01-12 05:04










































