JAKARTA, — Banyak anak muda Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mengelola keuangan digital. Temuan terbaru Women’s World Banking (WWB) menunjukkan perilaku konsumtif, pinjaman berisiko, dan misinformasi finansial menjadi masalah nyata bagi generasi muda, meskipun mereka sudah menggunakan berbagai alat keuangan digital.Laporan WWB berjudul "Empowering the Next Generation: A Path to Financial Confidence for Indonesia’s Youth" mengamati perilaku keuangan lebih dari 1.500 anak muda serta wawasan dari 117 pemangku kepentingan.Hasilnya menyoroti adanya kesenjangan kapabilitas dan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan finansial yang aman.“Riset kami menunjukkan bahwa akses saja tidak cukup. Anak muda menghadapi tekanan sosial, misinformasi, dan godaan impulsif yang membuat keputusan finansial sehari-hari menjadi lebih kompleks. Untuk mendukung mereka, kita tidak hanya perlu meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan dan kepercayaan diri yang diperlukan untuk menerapkan perilaku finansial yang sehat,” ujar Angelique Timmer, Regional Director Women’s World Banking Asia Tenggara, melalui keterangannya, Senin .Baca juga: Generasi Muda Paling Aktif di Dunia Digital, tapi Literasi Keuangan Masih RendahAngelique menambahkan, perempuan muda menunjukkan disiplin menabung yang kuat, tetapi masih kurang percaya diri dalam keputusan terkait kredit dan investasi. Kesenjangan ini perlu diatasi melalui pendekatan praktis, relevan, dan berkelanjutan dalam pengembangan kapabilitas finansial.Sebagai bagian dari kunjungan UNSGSA ke Indonesia, Yang Mulia Ratu Máxima dari Belanda, United Nations Secretary-General’s Special Advocate for Financial Health, menghadiri Youth Financial Health Discussion di Surakarta pada 25 November 2025.Diskusi ini memberi kesempatan bagi anak muda menyampaikan tantangan mereka dalam menavigasi keuangan digital, mulai dari pengeluaran impulsif, tren konsumsi berbasis sosial, hingga risiko pinjaman dan misinformasi.Ratu Máxima menekankan pentingnya anak muda tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga kapabilitas untuk menggunakannya secara aman.“Kepercayaan diri dan perlindungan finansial merupakan fondasi bagi masa depan yang stabil,” ujarnya.Baca juga: Kenapa Ratu Maxima Soroti Kesehatan Keuangan Dalam Kunjungannya ke Indonesia?Peserta diskusi, Maura, pekerja gig, mengatakan, “Kami dianggap sudah bisa mengelola uang hanya karena semuanya serba digital sekarang, padahal tidak ada yang benar-benar mengajarkan kami.”Sementara Luna, pekerja formal, berharap adanya layanan keuangan terintegrasi yang memudahkan akses edukasi, tabungan bertarget, dan perencanaan keuangan.WWB menegaskan perlunya intervensi untuk memperkuat kapabilitas dan kepercayaan diri anak muda, agar mereka dapat membangun fondasi keuangan yang kuat. Langkah ini dinilai penting untuk menyiapkan generasi berikutnya membuat keputusan finansial yang lebih aman, bijaksana, dan berkelanjutan.
(prf/ega)
Riset WWB: Anak Muda Indonesia Sulit Kelola Keuangan, Rentan Terjerat Pinjol dan Konsumsi Impulsif
2026-01-12 05:22:39
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:08
| 2026-01-12 04:07
| 2026-01-12 03:49
| 2026-01-12 03:48
| 2026-01-12 03:03










































