Farhan: Kemiskinan Bandung Turun, tapi Ketimpangan Sosial Tinggi

2026-01-12 06:57:55
Farhan: Kemiskinan Bandung Turun, tapi Ketimpangan Sosial Tinggi
BANDUNG, - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Kota Bandung cenderung menurun pada 2025.Berdasarkan data 2024, tingkat kemiskinan di Kota Bandung tercatat sebesar 3,87 persen. Sementara pada 2025, angka tersebut turun menjadi 3,78 persen.“Untuk tahun 2025 tingkat kemiskinan turun jadi 3,78 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga turun,” kata Farhan seusai menghadiri Forum Satu Data Indonesia Kota Bandung 2025 di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Senin .Meski demikian, Farhan membenarkan rasio gini di Kota Bandung masih tergolong tinggi, yakni di angka 0,4.Baca juga: Farhan Minta Warga Tak Berspekulasi Dalam Kasus yang Menyeret Wakil Walikota BandungUntuk diketahui, rasio gini merupakan ukuran statistik yang digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan atau kekayaan di suatu wilayah dengan nilai antara 0 hingga 1.“(Angka) 0,4 itu masih tinggi karena standar nasional itu 0,3. Jadi ketimpangan sosial kita masih tinggi,” ujar Farhan.Ia menjelaskan, tingginya rasio gini di tengah penurunan angka kemiskinan menggambarkan kualitas kemiskinan di Kota Bandung menjadi lebih berat.“Jadi ada beberapa saudara kita yang bukan saja gagal untuk lebih sejahtera, malah makin miskin, walaupun jumlah kemiskinannya berkurang,” kata Farhan.Untuk merespons kondisi tersebut, Farhan menyebut Pemerintah Kota Bandung menggencarkan program Siskamling Siaga Bencana. Program ini tidak hanya bertujuan memetakan potensi bencana, tetapi juga untuk mengetahui kondisi kemiskinan riil di masyarakat.“Ini yang akan jadi fokus kita, terutama saat saya melakukan Siskamling Siaga Bencana, untuk memperhatikan kesejahteraan kelompok-kelompok marginal, karena ini kelompok yang paling rentan kalau sampai terjadi bencana. Biasanya korban pertamanya kelompok itu,” ujar Farhan.


(prf/ega)