Peringatan Prabowo: Jangan Ada yang Gunakan Bencana untuk Memperkaya Diri

2026-01-13 06:07:52
Peringatan Prabowo: Jangan Ada yang Gunakan Bencana untuk Memperkaya Diri
JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan agar tidak ada pihak yang menggunakan kondisi bencana di Sumatera untuk memperkaya diri sendiri.Prabowo meminta seluruh menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah mewaspadai proyek-proyek untuk pemulihan daerah yang terdampak banjir.Baca juga: Prabowo Minta Mendagri Proses Bupati Aceh Selatan: Dalam Militer Itu Desersi“Saya ingatkan kembali ke menteri, semua pejabat, semua pimpinan waspada, periksa jajaranmu, periksa proyek-proyek yang kalian bertanggung jawab. Saya tidak mau ada pihak-pihak yang menggunakan bencana ini untuk memperkaya diri,” kata Prabowo dalam Ratas penanganan dan pemulihan bencana Sumatera di Aceh, Minggu .“Saya akan sangat keras. Jangan ada yang mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat,” sambungnya.Prabowo kembali menekankan, seluruh pejabat harus mengelola proyek untuk pemulihan bencana dengan sebaik-baiknya.Dia memperingatkan bahwa tidak boleh ada penyelewengan dan korupsi saat masyarakat kesulitan akibat banjir.“Karena ini buktinya kita butuh setiap kemampuan kita, kita butuh setiap uang kita untuk menghadapi dan mengatasi kesulitan rakyat,” ujarnya.Lebih lanjut, Prabowo meminta kepolisian untuk mengawasi potensi terjadinya penyelewengan selama proses pemulihan bencana.“Jadi kepolisian, semua pihak periksa Pemda, catat, kalau ada yang nakal-nakal lipat gandakan (hukuman) dan sebagainya,” ucap dia.Diketahui, Presiden Prabowo kembali mengunjungi Aceh untuk meninjau penanganan bencana pada Minggu .Baca juga: Prabowo Tambah Bantuan Daerah Terdampak Banjir Sumatera, Tiap Kabupaten Dapat Rp 4 M Dalam kunjungan ini, Prabowo meninjau penanganan bencana di Kabupaten Bireuen.Sebelumnya, Prabowo bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, pada pukul 07.55 WIB.Dalam penerbangan tersebut, Presiden turut didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.


(prf/ega)