Trump Sindir PBB Saat Puji Gencatan Senjata Thailand-Kamboja

2026-02-05 12:51:56
Trump Sindir PBB Saat Puji Gencatan Senjata Thailand-Kamboja
WASHINGTON DC, - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu menyindir PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) saat memuji gencatan senjata Thailand-Kamboja.Melalui unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump mengucapkan selamat atas tercapainya penghentian pertempuran Thailand-Kamboja pada Sabtu .Presiden ke-47 AS itu menyebut kesepakatan tersebut hasil diplomasi yang cepat dan tegas.Baca juga: Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata, Akhiri Perang di Perbatasan"Saya ingin mengucapkan selamat kepada kedua pemimpin hebat atas kecerdasan mereka dalam mencapai kesimpulan yang cepat dan sangat adil ini," tulis Trump, dikutip dari kantor berita AFP.Trump juga mengeklaim bahwa AS turut berperan mendorong gencatan senjata, bahkan menyebut keterlibatan Washington sebagai bentuk nyata diplomasi perdamaian."Washington, yang terlibat upaya mediasi bersama dengan China dan Malaysia, bangga bisa membantu," ungkap Trump.Dalam pernyataan yang bernada penuh keyakinan, Trump menyebut peran negaranya sebagai representasi sejati dari Perserikatan Bangsa-Bangsa."PBB harus mulai aktif dan terlibat dalam perdamaian dunia! Mungkin Amerika Serikat telah menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sebenarnya," kata dia.Menjelang pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Trump kembali menekankan peran aktif negaranya dalam meredam konflik global.Baca juga: Zelensky Bakal Bertemu Trump Kembali, Bahas Akhiri Perang dengan RusiaAFP/MOHD RASFAN Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (tengah) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet (kiri) dan Perdana Menteri interim Thailand Phumtham Wechayachai (kanan) ketika merundingkan gencatan senjata Thailand-Kamboja di Putrajaya, Malaysia, Senin . Kedua pihak yang bertempur itu pun sepakat gencatan senjata tanpa syarat.Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyambut baik gencatan senjata yang dicapai oleh Thailand dan Kamboja. Rubio menyerukan agar kedua negara benar-benar mematuhi komitmen tersebut.“Saya menyerukan kepada kedua pihak untuk segera menghormati komitmen ini,” ujar Rubio dalam pernyataan resmi.Perang Thailand-Kamboja di perbatasan selama tiga pekan terakhir menewaskan sedikitnya 47 orang, menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi.Bentrokan bersenjata dilaporkan terjadi di hampir seluruh provinsi perbatasan kedua negara.Dalam pengumuman bersama pada Sabtu, Thailand dan Kamboja sepakat menghentikan tembakan, menyetop pergerakan pasukan, serta mengizinkan warga sipil di wilayah terdampak untuk segera kembali ke tempat tinggal mereka.Pasca-kesepakatan tersebut, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menggelar pertemuan lanjutan dengan para menteri luar negeri dari Kamboja dan Thailand pada Minggu , guna memperkuat langkah perdamaian.Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China, Wang mengatakan kepada Menlu Kamboja Prak Sokhonn bahwa gencatan senjata ini menjadi langkah awal menuju rekonsiliasi lebih luas."Gencatan senjata telah membuka proses membangun kembali perdamaian," ujar Wang.Ia menambahkan, Thailand-Kamboja harus melanjutkan langkah demi langkah untuk mempromosikan gencatan senjata yang komprehensif dan langgeng, sekaligus membangun kembali kepercayaan bersama.Baca juga: Candi Era Sriwijaya Jadi Pemicu Perang Thailand-Kamboja, Begini Sejarahnya


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-05 12:02