Ange-Yoan Bonny Ungkap Sosok yang Menjadikannya 'Monster' Inter

2026-02-05 11:24:51
Ange-Yoan Bonny Ungkap Sosok yang Menjadikannya 'Monster' Inter
- Penyerang Perancis, Ange-Yoan Bonny, mengisahkan pengalaman awalnya bersama raksasa Liga Italia (Serie A), Inter Milan.Dalam musim perdana di Liga Italia 2025-2026, Ange-Yoan Bonny tampil impresif meskipun statusnya belum selalu menjadi pilihan utama Cristian Chivu.Dalam wawancara bersama La Gazzetta dello Sport, Ange-Yoan Bonny mengungkapkan peran yang dimiliki oleh Cristian Chivu hingga Marcus Thuram.Selain itu, Bonny memaparkan bagaimana kepindahannya dari Parma membuka babak baru dalam kariernya di Serie A.Bomber berusia 22 tahun itu direkrut Inter Milan dengan biaya 23 juta euro plus bonus dan langsung memberi dampak lewat empat gol dari 11 pertandingan.Baca juga: Beppe Marotta Heran Publik Terkejut dengan Era Cristian Chivu di InterCatatan itu menjadikannya sebagai salah satu penyerang paling efektif di skuad arahan Cristian Chivu.Ange-Yoan Bonny menegaskan bahwa perjalanan awalnya di Inter Milan sangat menantang, terutama karena standar permainan tim yang terus meningkat.“Saya menyadari bahwa butuh waktu untuk memahami di mana Anda berada, untuk menyadari betapa besarnya klub ini," ujar Ange-Yoan Bonny dikutip dari Football Italia."Setelah Anda memahaminya, Anda harus menyadari level tim ini, yang terus meningkat."“Inter sangat menuntut, mereka selalu meminta lebih dari Anda, tetapi saya merasa hebat dan saya sedang belajar,” lanjutnya.Ia mengakui masih perlu memperbaiki beberapa aspek, terutama permainan dengan punggung menghadap gawang, duel udara, dan daya tahan tubuh mengingat jadwal kompetisi yang padat di Liga Italia 2025-2026.Baca juga: Inter Milan Pertimbangkan 3 Nama untuk Gantikan Yann SommerAFP/STEFANO RELLANDINI Jamie Vardy menjabat tangan pelatih Inter Milan Cristian Chivu di akhir pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Inter Milan vs Cremonese di Stadion San Siro di Milan, pada 4 Oktober 2025. (Foto oleh Stefano RELLANDINI / AFP)Ange-Yoan Bonny mengaku beruntung dikelilingi rekan setim yang membantu proses adaptasinya, terutama sesama penutur Prancis dan para pemain senior."Banyak pemain, tapi selalu lebih mudah dengan pemain yang berbahasa Prancis, seperti Mkhitaryan," tegas Bonny."Marcus Thuram telah banyak membantu saya, dan bukan hanya sejak kami menjadi rekan satu tim: Sarannya sudah berguna ketika saya di Parma.""Dia mendorong saya lebih jauh, begitu pula rekan-rekan setim Italia. Mereka ingin saya selalu memberikan yang terbaik tanpa penurunan performa," imbuhnya.Baca juga: Belanda Ditinggal Bintang Inter Milan Jelang Laga Krusial Lawan PolandiaIa juga menjelaskan bahwa keberadaan Cristian Chivu sangat berpengaruh karena keduanya pernah bekerja sama di Parma.Pelatihnya tetap orang yang sama autentiknya seperti di Parma, sekarang setelah dia di Milan.Dia melakukan banyak hal dan berkomunikasi dengan cara yang sama. Dia selalu meminta saya untuk selalu siap sedia bagi yang lain, untuk bermain bagi tim terlebih dahulu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-05 10:16