JAKARTA, – Di tengah deretan gedung tinggi dan padatnya arus kendaraan di kawasan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terselip sebidang lahan kosong berpagar biru yang kini menjadi perhatian publik.Lahan itu menjadi lokasi pengeroyokan dan penembakan terhadap seorang pengacara berinisial WA (34) pada Selasa pagi.Pantauan Kompas.com di lokasi pada Rabu , area tersebut tertutup rapat oleh pagar besi berwarna biru setinggi sekitar tiga meter.Baca juga: Motif Pria Tembak Pengacara di Tanah Abang Terungkap, Dipicu Penjagaan LahanPagar itu membentang sekitar 200 meter dari pintu masuk mobil Gedung Greenwood hingga ke arah halte bus di depan pintu pejalan kaki kompleks tersebut.Di sisi kanan area tampak posko penjagaan semi permanen dengan pita kuning bertuliskan “Police Line” yang masih terpasang di sejumlah titik.Dari celah sempit pintu pagar, terlihat dua bangunan sederhana, yaitu satu berupa tenda terpal putih-biru dan satu lagi bangunan berdinding bata beratap seng.Di bawah tenda, terdapat meja kecil berwarna biru kehijauan dengan beberapa botol dan cangkir—menandakan tempat itu kerap digunakan untuk beristirahat oleh penjaga lahan.Sekitar lokasi tampak berserakan sampah plastik, kardus, dan botol bekas.Yang mencolok, di dekat pagar berdiri papan pengumuman besar bertuliskan, “TANAH MILIK AHLI WARIS NYAI JASIENTA (ALM) berdasarkan Verponding No. 4926.”Papan tersebut juga mencantumkan luas lahan 9.400 meter persegi yang dipagar keliling serta menyebutkan bahwa tanah kosong seluas 19.140 meter persegi berada di bawah penguasaan PT Greenwood Sejahtera.Baca juga: Polisi Tangkap Pria yang Tembak Pengacara di Tanah AbangTercantum pula nama kantor hukum Rechmon Tupamahu & Partners sebagai pihak pengawas, serta larangan masuk tanpa izin berdasarkan Pasal 167 Jo 385 Jo 389 KUHP.Menurut Petro (38), pemilik warung di dekat pintu masuk mobil Gedung Greenwood, lahan tersebut sudah lama dipagari dan tidak pernah digunakan secara aktif.“Tanah itu sudah dari sekitar 2010 dipagar. Jadi antara lokasi perusahaan sama tanah kosong itu beda. Sudah dipagerin dari dalamnya,” ujar Petro saat ditemui Kompas.com, Rabu.Ia menuturkan, sehari sebelum kejadian suasana di sekitar lokasi masih sepi. Namun, pada Selasa pagi, area itu mendadak ramai oleh kerumunan dan suara gaduh.“Katanya sih sekitar 40 orang ditangkap dibawa ke Polres Jakarta Pusat. Ahli waris tanah itu lagi jaga tanahnya, terus diserang orang lain. Yang ditembak katanya pengacaranya,” jelas Petro.
(prf/ega)
Lahan Kosong Tempat Pengacara Dikeroyok dan Ditembak di Tanah Abang Dipasangi Garis Polisi
2026-01-12 07:08:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:16
| 2026-01-12 06:28
| 2026-01-12 06:22
| 2026-01-12 06:11
| 2026-01-12 05:56










































