JAKARTA, - Motor listrik saat ini sudah mulai memiliki banyak pilihan dan pengguna.Terdapat berbagai merek, termasuk lokal, China, Jepang, dan India, yang digunakan untuk ojek online hingga perjalanan komuter harian.Berdasarkan jenis baterai motor listrik, secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori: SLA, LiFePO4, dan Lithium Ion.Baca juga: Kenapa Ban Belakang Motor Listrik Sulit Diganti? Ini Penjelasannya/FATHAN Bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di JakartaKetiga jenis baterai ini digunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing, sehingga memiliki kelebihan dan kekurangan.Abdul, pemilik Dolland Electric Motor, bengkel spesialis motor listrik di Jakarta, menjelaskan bahwa baterai SLA, yang mirip dengan aki kering, adalah jenis yang paling murah, paling aman, dan tidak mudah terbakar."Tapi kelemahannya, dia berat dan memakan tempat. Misalnya, ada enam baterai SLA, itu jadi 72 volt tetapi hanya mendapatkan 30 Ah. Bandingkan dengan LiFePO4, ukurannya sama, lebih ringan, dan bisa mencapai 60 Ah," kata Abdul kepada Kompas.com, belum lama ini.Baca juga: Daftar Mobil Matik di Bawah Rp 250 Juta di Akhir Tahun 2025"Karakter baterai SLA adalah saat tarikan awal, voltasenya langsung drop. Makanya terasa agak loyo saat digeber, tetapi ketika sudah jalan, voltasenya naik lagi," tambah Abdul.Kemudian, LiFePO4 atau Lithium Ferrophosphate sebenarnya masih relatif murah dan aman, tidak mudah terbakar.Namun, bobotnya terhitung masih lumayan berat, meskipun dimensinya tidak terlalu memakan tempat."Keunggulan LiFePO4 adalah ketika dipakai, voltasenya stabil. Hanya saja, dia bisa tiba-tiba terjun bebas atau drop saat hampir habis," jelas Abdul.Terakhir, untuk Lithium Ion, keunggulannya adalah benar-benar ringan, bentuknya kecil, kapasitas listriknya besar, dan tenaga lebih padat./DIO DANANJAYA Baterai motor listrik Kupprum URB-XNamun, kelemahannya adalah mudah terbakar jika terkena benturan atau tertusuk, dan apinya sulit dipadamkan."Jika ada benturan keras yang menyebabkan korslet di dalam, baterai bisa terbakar sendiri. Makanya, motor yang menggunakan lithium ion harus dilengkapi casing dari stainless atau material lainnya agar saat terjadi benturan, baterai tidak penyok atau tertusuk," ungkap Abdul.Dimensinya yang ringkas membuat baterai lithium sering digunakan di motor konversi atau balap.Namun, kelemahan lainnya adalah saat digunakan, voltasenya terus turun, tidak seperti LiFePO4 yang stabil."Nanti ketika sudah di bawah 50 persen, tenaga sudah mulai berkurang. Berbeda dengan LiFePO4 yang stabil," kata Abdul.
(prf/ega)
Baterai Motor Listrik: SLA, LiFePO4, Lithium Ion, Mana yang Terbaik?
2026-01-11 23:22:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:19
| 2026-01-11 23:03
| 2026-01-11 22:22
| 2026-01-11 21:30










































