JAKARTA, - Aktris Cinta Laura Kiehl melontarkan kritik terkait bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera.Dalam pernyataan terbarunya, Cinta menyoroti ironi antara munculnya narasi kekayaan sumber daya alam khususnya kelapa sawit dengan realita penderitaan yang dialami rakyat kecil akibat kerusakan lingkungan.Cinta menyayangkan sikap sebagian pihak yang dinilainya kurang peka terhadap krisis yang terjadi.Baca juga: Cinta Laura Bicara Soal Isu Lingkungan, Berhubungan dengan KemanusiaanMenurut dia, saat rakyat sedang berjibaku dengan bencana, narasi yang muncul justru glorifikasi terhadap industri ekstraktif."Apa mereka yang hidup jauh dari realita rakyat sudah terlalu lama enggak ngerasain tanah dan udara yang jadi kenyataan sehari-hari bagi kita ya? Sampai-sampai saat rakyat tenggelam, yang keluar bukan empati, tapi kalimat manis tentang 'karunia sawit'," ujar Cinta dalam video yang diunggah di Instagramnya, Rabu .Cinta mempertanyakan klaim "karunia" tersebut jika pada kenyataannya manfaat ekonomi tidak dirasakan secara merata, sementara dampak kerusakannya justru harus ditanggung oleh masyarakat luas.Baca juga: Cinta Laura Punya Kebiasaan Kecil untuk Hidup Ramah Lingkungan, Apa Saja? "Kalau komoditas seperti sawit dianggap 'karunia', kenapa yang nikmatin hanya segelintir? Siapa yang sebenarnya menang saat hutan hilang, sistem air rusak, bumi panas, dan banjir makin besar?" tanya Cinta.Ia menegaskan ketimpangan yang terjadi di lapangan.Menurut Cinta, keuntungan besar hanya dinikmati oleh pemilik modal, sedangkan rakyat kecil, termasuk pekerja lapangan hanya mendapatkan sisa-sisa dampak buruknya.Baca juga: Cinta Laura Bandingkan Gaji Buruh dan Pejabat: Jurang Kesenjangan Terlalu Jauh"Pemilik modal tentu dapat margin, middleman dapat insentif. Tapi gimana dengan pekerja lapangan dan rakyat kecil lainnya? Mereka yang selalu nanggung harga termahal, menghirup asap, menerima upah minimum, dan tinggal di wilayah rawan bencana," tuturnya.Lebih lanjut, Cinta menekankan bahwa bencana banjir yang terjadi saat ini tidak bisa dianggap sekadar takdir atau faktor alam semata.Ia menyebut bencana ini adalah konsekuensi dari eksploitasi alam yang berlebihan, seperti penebangan hutan dan pengerukan tanah.Baca juga: Soroti Gaji Guru Honorer dan Peringkat Pendidikan Jeblok, Cinta Laura: Ini Alarm Keras"Banjir ini bukan kutukan langit. Ini hasil dari pilihan manusia. Hutan yang ditebang, tanah yang dikeruk, air yang dicemari," kata Cinta.Cinta pun mendesak para pemegang kekuasaan untuk tidak hanya memberikan retorika, melainkan kebijakan nyata yang berpihak pada keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan."Turun ke lapangan, mikul beras, salam-salaman dengan warga, semua orang bisa ngelakuin itu. Tapi enggak semua orang punya otoritas untuk bikin kebijakan publik yang bisa menghentikan kerusakan ini. Hanya yang berkuasa yang bisa," ujarnya.Sebuah kiriman dibagikan oleh Cinta Laura Kiehl (@claurakiehl)
(prf/ega)
Cinta Laura: Kalau Sawit Dianggap Karunia, Kenapa yang Nikmatin Hanya Segelintir?
2026-01-11 03:11:21
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:51
| 2026-01-11 03:14
| 2026-01-11 02:49
| 2026-01-11 01:50
| 2026-01-11 01:46










































