Laut Hitam Memanas, F-16 Turkiye Serang Drone Asing Hingga Rontok

2026-01-13 17:28:52
Laut Hitam Memanas, F-16 Turkiye Serang Drone Asing Hingga Rontok
ANKARA, - Jet tempur F-16 Turkiye menembak jatuh sebuah drone  setelah terdeteksi mendekati wilayah udara dari arah Laut Hitam.Kementerian Pertahanan Turkiye menyatakan, pihaknya mengerahkan jet tempur tersebut setelah sistem pertahanan udara mendeteksi keberadaan drone pada Senin malam."Untuk menghindari potensi bahaya, drone itu ditembak jatuh di area aman di luar kawasan berpenduduk," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Turkiye.Baca juga: Rusia Serang Pelabuhan Ukraina, Sasar Kapal Feri TurkiyeTurkiye tidak merinci lokasi pasti maupun waktu kejadian penembakan drone tersebut, sebagaimana dilansir Euronews, Rabu .Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Hitam setelah Ukraina melancarkan serangan terhadap armada bayangan Rusia.Sebelumnya, anggota parlemen Turkiye juga memperingatkan risiko meluasnya perang Rusia-Ukraina ke kawasan Laut Hitam.Pekan lalu, pasukan Rusia menyerang pelabuhan Chornomorsk dan Odesa di wilayah Odesa, Ukraina barat daya, serta merusak tiga kapal kargo milik perusahaan Turkiye.Baca juga: Duet Maut Turkiye-Mesir, Luncurkan Robot Perang Aqrab dan Drone Hamza-1Serangan tersebut menyusul aksi drone laut Ukraina yang menghantam dua kapal tanker armada bayangan Rusia di Laut Hitam pada 28 November di dalam zona ekonomi eksklusif Turkiye.Pada 11 Desember, Ukraina kembali mengklaim menyerang kapal armada bayangan Rusia di lepas pantai Crimea.Usai serangan tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian mengancam bahwa Moskwa dapat memutus Ukraina dari laut.Armada bayangan Rusia merujuk pada kapal tanker tua yang kerap menggunakan bendera negara lain seperti Komoro atau Panama guna menghindari sanksi Barat.Baca juga: Lagi, Kapal Tanker dari Rusia di Dekat Turkiye DiserangKapal-kapal tersebut biasanya mengangkut minyak Rusia dengan cara mematikan transponder agar sulit terdeteksi.Dalam beberapa tahun terakhir, Ukraina berhasil mendorong armada Laut Hitam Rusia menjauh dari Crimea yang dianeksasi serta zona pesisir yang sebelumnya dikuasai Moskwa.Turkiye, yang memiliki garis pantai terpanjang di Laut Hitam sekitar 1.330 kilometer, semakin khawatir terhadap meningkatnya serangan di dekat wilayahnya.Bulan lalu, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyebut serangan Ukraina terhadap kapal tanker armada bayangan Rusia sebagai eskalasi yang mengkhawatirkan."Kami tidak dapat membenarkan serangan ini, yang mengancam keselamatan navigasi, nyawa manusia, dan lingkungan, terutama di zona eksklusif kami sendiri," ujar Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi.Baca juga: Drone Tempur Pertama Turkiye Sukses Tembakkan Rudal BVR


(prf/ega)