PPATK Ungkap Pemain Judol Gaji Rp 5 Juta Turun Signifikan sampai 68%

2026-02-02 00:39:23
PPATK Ungkap Pemain Judol Gaji Rp 5 Juta Turun Signifikan sampai 68%
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengungkap terjadi penurunan signifikan pemain judi online (judol) yang berpenghasilan kurang dari Rp 5 juta. Ivan menyebut angkanya turun sampai 68%."Iya memang terjadi penurunan signifikan dari di era Bapak Prabowo ini. Jumlah total pemain secara keseluruhan dibanding tahun 2024 sebanyak 9,7 juta orang, tahun 2025 ini menjadi 3,1 juta orang atau turun -68.32-%," kata Ivan kepada detikcom, Kamis .Ivan menerangkan, pemain judol berpenghasilan rendah menurun menjadi 2,21 juta orang. Kata Ivan, pada tahun sebelumnya pemain judol berpenghasilan rendah mencapai 6,92 juta."Dari total pemain dengan penghasilan kurang Rp 5 juta/bulan, tahun 2024 sebanyak 6,92 juta orang, saat ini hingga Semester 1 2025 berkurang menjadi 2,21 juta orang," ujar Ivan.Ivan juga melaporkan terjadi penurunan juga dalam transaksi judol. Ivan menuturkan perputaran dana judol saat ini Rp 155 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 359 triliun lebih."Perputaran dana sudah berkurang jauh dibandingkan sepanjang tahun 2024 (Rp 359.813.614.827.891,00) saat ini hingga Q3 2025 menjadi Rp 155.418.668.364.812,00 atau -57%," kata Ivan.Tak hanya itu, menurut Ivan, penurunan yang sama terjadi pada deposit judol dari masyarakat. Sepanjang 2024 sebanyak Rp 51,3 triliun, sementara di tahun ini menjadi Rp 24,9 triliun atau -45%."Penurunan yang sama terjadi pada deposit judol dari masyarakat. Sepanjang tahun 2024, sebanyak Rp 51,3 triliun saat ini hingga Q3 2025 menjadi Rp 24,9 triliun atau -45%," ujarnya.Ivan menerangkan, penurunan ini hasil kolaborasi semua pihak. Dia mengatakan Presiden Prabowo Subianto selalu menekankan pentingnya kolaborasi lembaga untuk melindungi masyarakat dari bahaya judol."Khususnya karena Presiden selalu menekankan perlunya lembaga-lembaga kolaborasi, menjaga dan melindungi masyarakat saudara-saudara kita dari dampak judol, bahkan melalui Program Asta Cita Bapak Presiden," ujar Ivan.Ivan mengapresiasi kolaborasi dan sinergi antarlembaga yang makin kompak memerangi judol. Menurut dia, jumlah akses situs judol juga turun berkat kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) diikuti pembekuan rekening oleh PPATK."Alhamdulillah Komdigi juga telah secara aktif menurunkan jumlah akses terhadap situs judol secara signifikan, diikuti pembekuan rekening oleh PPATK serta penegakan hukum oleh aparat penegak hukum. Semua bersinergi kuat," tuturnya.Ivan mengatakan pihaknya akan terus menekan angka perputaran judol. Dia menyebutkan judol tahun ini diproyeksi turun 50% dibanding tahun lalu yang transaksinya mencapai Rp 359 triliun."InsyaAllah hingga akhir tahun ini proyeksi perputaran dana judol tidak lebih dari Rp 200 triliun (turun >50% dibanding tahun 2024 yang mencapai Rp 359 triliun)," ungkapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-02 00:37