Macet Panjang di Libur Nataru, Begini Cara Tetap Nyaman di Perjalanan

2026-02-04 17:32:33
Macet Panjang di Libur Nataru, Begini Cara Tetap Nyaman di Perjalanan
SOLO, - Perjalanan naik mobil harus tetap nyaman meski lalu lintas macet panjang. Caranya dengan mempersiapkan mobil dengan baik dan mengelola stres di perjalanan.Persiapan mobil bisa meliputi perawatan, menjaga kebersihan kabin dan menyediakan alat pendukung agar posisi duduk makin nyaman.Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan pengendara harus siap mental dan fisik ketika melakukan perjalanan jauh, tak hanya pengemudi tapi juga penumpang.Baca juga: Cuaca Tak Menentu di Libur Nataru, Ini Tips Berkendara Aman Saat Hujan“Kenyataan lalu lintas macet itu bagian dari perjalanan, bukan gangguan, sehingga perlu dinikmati, dan tak perlu tertekan dengan target waktu atau ingin cepat sampai, ingat emosi yang buruk bikin cepat lelah,” ucap Sony kepada , belum lama ini.Selain itu, pengendara juga perlu mengatur waktu istirahat yang cukup dan efektif dengan memanfaatkan rest area yang tersedia.“Istirahat optimal, misal tiap 2 sampai 3 jam dan jangan berpatokan dengan jarak, cara ini akan membuat perjalanan terasa lebih nyaman dan teratur,” ucap Sony.Baca juga: Cek Kondisi Ban Kendaraan Agar Perjalanan Libur Nataru Amankompas.com/nanda Impresi Berkendara Toyota Corolla Altis GR HEVSelain itu, pengendara harus menyiapkan mobil sebelum mulai perjalanan. Bila mobil nyaman, maka penumpang dan pengemudi bisa lebih konsentrasi dengan kondisi jalan.“Pastikan AC dingin, sirkulasi baik, BBM cukup, ban, rem, dan wiper siap, persediaan air minum di dalam mobil cukup, dan seterusnya,” ucap Sony.Bagi pengemudi, sangat penting menata posisi duduk yang ergonomis, dengan setelan sandaran punggung kurang lebih 100 sampai 110 derajat, posisi bahu sejajar dengan setir, dan pastikan ujung kaki tidak terlalu dekat dengan pedal.Baca juga: Periksa Air Radiator Sebelum Perjalanan Jauh, Cegah Mobil OverheatKompas.com/Adityo Head unit BYD Sealion 7Selain itu, pengendara juga bisa memutar musik santai, podcast atau audiobook dengan volume sedang, dan gunakan pengharum kabin yang lembut atau netral.“Hindari gas-rem berulang secara agresif, selain tidak efisien, ini juga kurang nyaman bagi penumpang, caranya dengan jaga jarak agar tidak sering berhenti total,” ucap Sony.Dewa, pemilik bengkel AC Mobil Jogja mengatakan kebersihan kabin menjadi faktor pendukung kenyamanan penumpang di dalam mobil.Baca juga: Kapan AC Mobil Harus Dimatikan? Ternyata Hanya Dalam Kondisi IniAstra Daihatsu doc. Ilustrasi AC mobil kurang dingin“Faktor utama agar nyaman sebenarnya jaga kebersihan kabin, bukan parfum atau pewangi, aroma bisa membuat penumpang relaks asalkan pilih yang netral, pastikan filter kabin bersih, evaporator bersih,” ucap Dewa kepada , Senin .Dengan udara segar yang berembus di dalam kabin, maka penumpang bisa menjadi lebih nyaman meski kondisi macet.“Sesekali, ketika mobil melintas di area bersih, seperti pegunungan, kaca jendela atau sirkulasi udara luar bisa dibuka, agar udara di dalam kabin berganti, kandungan oksigen baik lagi,” ucap Sony.Baca juga: Sebelum Libur Nataru, AC Mobil Wajib Masuk Daftar Pengecekan PrioritasKetika kandungan oksigen di dalam udara kabin, karena penumpang penuh dan durasi perjalanan panjang, penumpang bisa mengalami keracunan ringan.“Efeknya pusing, mual dan sejenisnya, maka dari itu tubuh butuh udara yang segar dan mengandung banyak oksigen,” ucap Sony.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-04 15:28