Gara-gara Harta Warisan, Kakak Tewas Dibunuh Adik Kandung di Martapura Kalsel

2026-01-17 05:10:08
Gara-gara Harta Warisan, Kakak Tewas Dibunuh Adik Kandung di Martapura Kalsel
MARTAPURA, - Insiden tragis terjadi di Jalan Mesjid, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Minggu , ketika perseteruan terkait harta warisan keluarga berujung pada pembunuhan.Dalam kejadian tersebut, seorang pria berinisial AK tewas setelah diserang oleh adik kandungnya, MI.Kepala Kepolisian Resor Banjar, AKBP Fadli, menjelaskan bahwa pelaku MI nekat membunuh AK karena merasa jarang dilibatkan dalam pembicaraan mengenai pembagian harta warisan keluarga yang berupa rumah dan tanah.Baca juga: Motif Kakak-Adik Bunuh dan Kubur Pengacara di Hutan Cilacap, Ternyata Terlilit Utang"Peristiwa tersebut dipicu oleh permasalahan warisan," ujar Fadli kepada wartawan pada Senin malam.Menurut keterangan Fadli, MI telah mengetahui kebiasaan sehari-hari korban.Korban diserang menggunakan senjata tajam jenis parang di rumahnya setelah pulang dari sholat subuh."Pelaku menunggu korban pulang shalat Subuh, lalu langsung melakukan penyerangan," ungkapnya.Setelah menyerang, pelaku melarikan diri.Korban ditemukan tergeletak bersimbah darah oleh warga sekitar yang hendak beraktivitas di pagi hari.Temuan tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian."Korban mengalami luka bacok di kepala, tangan, dan kaki. Total terdapat lima luka akibat senjata tajam," jelas Fadli.Baca juga: Bunuh Pengacara Saat Ziarah Makam di Cilacap, Kakak-Adik Terancam Hukuman Seumur HidupSetelah menerima laporan tentang kasus pembunuhan ini, petugas Polres Banjar langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.MI berhasil diamankan oleh warga di Jalan Tegal Arum, Martapura, dan kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian. "Pelaku MI mengakui perbuatannya," pungkas Fadli.Pelaku kini dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-17 05:12