Sudah 3 Tahun, Pelaku Pembunuh Iwan Boedi Saksi Kasus Korupsi Masih Misteri

2026-01-17 02:59:10
Sudah 3 Tahun, Pelaku Pembunuh Iwan Boedi Saksi Kasus Korupsi Masih Misteri
SEMARANG, - Kasus kematian Iwan Boedi, aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi saksi kasus korupsi di Kota Semarang, Jawa Tengah, masih diselimuti misteri.Iwan Boedi ditemukan tewas dalam kondisi terbakar dan dimutilasi di Kawasan Marina Semarang pada Kamis, 8 September 2022.Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio, mengakui bahwa kasus tersebut belum terpecahkan hingga kini.Baca juga: MAKI Gugat Polda Jateng: Kematian Iwan Boedi, Saksi Kasus Korupsi Tak Terungkap Sejak 2022"Betul. Iwan Budi memang menjadi PR (pekerjaan rumah) buat kami," kata Dwi, Selasa, .Meski kasus tersebut telah berjalan lebih dari dua tahun, Dwi menegaskan bahwa penyidik masih terus melakukan penyelidikan."Kami tetap sampai saat ini berusaha untuk melakukan kegiatan penyidikan," ujarnya.Oleh karena itu, Dwi meminta bantuan kepada masyarakat luas untuk memberikan informasi apabila mengetahui detail mengenai kasus pembunuhan tersebut.KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio saat ditemui di kantornya.Baca juga: Kematian Saksi Kunci Korupsi Iwan Boedi Digugat, Polda Jateng dan Polres Semarang Absen di Sidang Perdana"Kami juga berharap bantuan daripada siapa pun yang mengetahui informasi yang detail bisa melaporkan kepada Polrestabes," lanjutnya.Penyidik masih mengalami kesulitan dalam menemukan barang bukti yang mengarah kepada pelaku pembunuhan terhadap ASN Kota Semarang tersebut."Karena memang tadi alat bukti yang kami miliki belum bisa mengarah kepada siapa pelakunya ini," ungkap Dwi.Kasus ini bermula pada 8 September 2022, ketika jasad tanpa kepala yang terbakar ditemukan bersama sepeda motor di Pantai Marina.Penyelidikan kemudian mengungkap bahwa jasad tersebut adalah Iwan Boedi Paulus, seorang ASN yang bertugas di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang.Iwan sebelumnya dilaporkan menghilang pada 24 Agustus 2022, sehari sebelum dijadwalkan memberikan kesaksian kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah.Baca juga: Lokasi Pembunuhan Iwan Boedi Saksi Kasus Korupsi di Semarang Sudah Rata TanahKesaksiannya terkait dugaan korupsi sertifikasi aset milik Pemerintah Kota Semarang pada tahun 2010.Kematian tragis Iwan Boedi yang diduga terkait dengan kasus korupsi menambah daftar misteri dalam pengusutan perkara ini.Hingga kini, belum ada pelaku yang berhasil diungkap.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-17 03:18