Jelang Arus Balik, Kakorlantas Ingatkan Pemudik Tak Ngebut di Jalan Lengang

2026-01-12 04:34:26
Jelang Arus Balik, Kakorlantas Ingatkan Pemudik Tak Ngebut di Jalan Lengang
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengingatkan para pemudik untuk tetap berhati-hati saat perjalanan di momen libur Natal dan Tahun Baru. Katanya, jangan sampai pengemudi melampaui batas kecepatan saat jalanan lengang."Imbauan kepada pengguna jalan, khususnya yang mungkin arah ke Jakarta, termasuk juga keluar Jakarta, tentunya harus hati-hati. Karena semakin tidak terlalu banyak kendaraan, itu over speed biasanya," kata Irjen Agus kepada wartawan di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (30/12/2025).Dia meminta semua pengendara tetap memprioritaskan keselamatan selama berkendara. Selain itu pastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi layak."Utamakan keselamatan, utamakan manajemen perjalanan, yakinkan kendaraan itu prima, kendaraan yang berkeselamatan, kondisi sopirnya juga harus prima," jelas dia.Lalu dia juga meminta pengendara untuk memperhatikan stamina dan jarak tempuh. Menurutnya jeda istirahat akan membantu saat kelelahan di perjalanan."Manajemen jaraknya juga harus dipertimbangkan. Jadi berapa kilometer yang harus kita tempuh pada sekian jam atau 2-3 jam harus istirahat," jelasnya.Simak juga Video 'Cek Pelabuhan Gilimanuk, Kakorlantas Pastikan Perayaan Tahun Baru Lancar':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-12 04:05