India-Bangladesh Memanas, Saling Balas Tangguhkan Visa

2026-01-14 04:16:05
India-Bangladesh Memanas, Saling Balas Tangguhkan Visa
Penulis: Murali Krishnan/DW IndonesiaNEW DELHI, - Hubungan diplomatik antara India dan Bangladesh mencapai titik nadir usai Dhaka menangguhkan layanan visa dan konsuler di kantor perwakilannya di New Delhi dan Agartala pada 22 Desember 2025. Keputusan itu diambil menyusul adanya protes di luar fasilitas tersebut.India sebaliknya juga menangguhkan layanan visa di pusat aplikasi visa Chittagong di Bangladesh menyusul protes keras yang dipicu oleh kematian aktivis terkemuka Bangladesh, Sharif Osman Hadi.Hadi (32) adalah pengkritik keras India dan tokoh penting dalam pemberontakan 2024 yang mengakhiri 15 tahun kekuasaan otoriter mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina.Baca juga: Bangladesh Memanas, Tokoh Mahasiswa Ditembak di Kepala oleh Orang Tak DikenalDia meninggal dunia pada 18 Desember di rumah sakit Singapura, setelah seminggu sebelumnya ditembak di kepala oleh seorang pria bertopeng yang mengendarai sepeda motor di Ibu Kota Dhaka.ANADOLU AGENCY/IMAGO/ABDUL GONI via DW INDONESIA Para pengunjuk rasa di Dhaka menuntut keadilan menyusul pembunuhan pemimpin pemuda Sharif Osman Hadi.Pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, menyebut penembakan itu sebagai serangan terencana yang dilakukan oleh jaringan kuat dengan tujuan menggagalkan pemilu yang dijadwalkan pada Februari 2026.Ketegangan antara India dan Bangladesh meningkat setelah pembunuhan Dipu Chandra Das, seorang pria berusia 25 tahun yang dibakar hidup-hidup di depan umum di distrik Mymensingh, Bangladesh, atas tuduhan menghina agama.Beberapa wilayah di India, termasuk Kolkata dan Hyderabad, dilanda protes oleh kelompok agama terkemuka yang menuntut keadilan bagi Das.Banyak yang membawa poster dan spanduk dengan slogan seperti "India tidak akan menolerir penyiksaan terhadap umat Hindu di Bangladesh."New Delhi dan Dhaka memanggil utusan masing-masing minggu ini, dalam aksi balasan untuk menyatakan keprihatinan atas situasi yang telah meningkat menjadi penangguhan layanan visa timbal balik, dan meningkatnya ketegangan terkait keselamatan minoritas dan keamanan diplomatikPenangguhan visa ini berdampak pada puluhan ribu warga Bangladesh yang secara berkala melakukan perawatan medis di India. Sebabnya konflik teranyar dipandang ikut menciptakan dimensi kemanusiaan.India dengan tegas menolak upaya Bangladesh untuk menyamakan protes di fasilitasnya di Dhaka dengan protes di luar misi Bangladesh di India.Baca juga: Sukses Gulingkan Pemerintah, Gen Z Bangladesh Kesulitan Cari Dukungan Jelang Pemilu 2026"India terus memantau situasi yang berkembang di Bangladesh. Pejabat kami tetap berhubungan dengan pihak berwenang Bangladesh dan telah menyampaikan keprihatinan kuat kami atas serangan terhadap minoritas. Kami juga mendesak agar pelaku pembunuhan barbar terhadap Das dibawa ke pengadilan," kata Randhir Jaiswal, juru bicara Kementerian Luar Negeri India.Penangguhan visa ini merupakan dampak paling nyata bagi warga biasa sejak ketegangan meningkat. India sebelumnya mengeluarkan sekitar 1.500 visa per hari untuk warga Bangladesh, dengan prioritas pada visa medis dan darurat.Seluruh alur pasien terdampak, terutama bagi mereka yang membutuhkan visa baru, janji tindak lanjut, dan perawatan darurat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-14 04:48