Menteri Sarawak Bawa Proposal ke IKN, Bangun Jalur Kereta Lintas 3 Negara

2026-01-12 12:16:54
Menteri Sarawak Bawa Proposal ke IKN, Bangun Jalur Kereta Lintas 3 Negara
NUSANTARA, - Di tengah hiruk-pikuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang semakin menjadi sorotan global, minat investasi dari negara tetangga terus mengalir deras.Pada Rabu , Otorita IKN menyambut kunjungan kenegaraan dari Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, di Kantor Otorita IKN.Pertemuan ini bukan sekadar diplomasi biasa, melainkan momentum emas untuk menjajaki kolaborasi lintas sektor yang bisa mengubah wajah Pulau Borneo menjadi pusat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara.Baca juga: Air Borneo Siap Buka Rute Penerbangan Langsung ke IKNKunjungan ini datang di saat yang tepat, ketika IKN sedang memasuki fase akselerasi pembangunan.Sebagai ibu kota baru Indonesia yang dirancang sebagai "Kota Dunia untuk Semua", IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur hijau dan berkelanjutan, tapi juga pada integrasi regional.Sarawak, sebagai negara bagian Malaysia yang kaya sumber daya alam dan berbatasan langsung dengan Kalimantan, melihat peluang besar untuk bersinergi.Ini termasuk sektor transportasi, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan, yang semuanya bisa memperkuat ikatan antarnegara di Borneo.Pulau Borneo, yang dibagi antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, telah lama menjadi simbol potensi ekonomi yang belum tergarap sepenuhnya.Dengan luas wilayah mencapai 743.330 kilometer persegi, lebih besar dari Semenanjung Malaysia, pulau ini kaya akan minyak, gas, hutan tropis, dan biodiversitas.Baca juga: Strategi BI Kaltim Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Tekan Ketergantungan Batubara Namun, tantangan utamanya adalah konektivitas: jalan raya yang terfragmentasi, sungai sebagai jalur utama transportasi, dan kurangnya infrastruktur modern telah menghambat pertumbuhan.Inisiatif seperti Trans-Borneo Railway bukanlah ide baru. Sejak tahun 2010-an, ada diskusi tentang jaringan kereta api yang menghubungkan Sabah, Sarawak, Brunei, dan Kalimantan.Studi kelayakan terbaru, yang dipimpin oleh pemerintah Malaysia, diperkirakan selesai pada kuartal ketiga 2026.Proyek ini diestimasi menelan biaya hingga 15 miliar dolar AS dan akan membangun jalur kereta cepat dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam, menghubungkan kota-kota utama seperti Kuching, Bandar Seri Begawan, dan Balikpapan.Baca juga: Kisah Relokasi Warga Gresik demi Bandara Internasional Nusantara IKNJika terealisasi, ini bisa memangkas waktu perjalanan antarnegara dari berhari-hari menjadi hanya beberapa jam, membuka pintu bagi perdagangan, pariwisata, dan migrasi tenaga kerja yang lebih efisien.Di sisi Indonesia, IKN dirancang sebagai katalisator perubahan ini. Lokasinya di Kalimantan Timur, dekat dengan Balikpapan dan Samarinda, membuatnya ideal sebagai hub regional.


(prf/ega)