Jejak HM Kunang di Bekasi hingga Terjaring OTT KPK

2026-02-04 03:25:32
Jejak HM Kunang di Bekasi hingga Terjaring OTT KPK
JAKARTA, – Nama Haji Muhammad (HM) Kunang selama puluhan tahun dikenal luas di Cikarang, Kabupaten Bekasi.Sosok yang kerap disapa Abah Kunang atau Lurah Kunang itu disebut sebagai jawara sekaligus tokoh berpengaruh di tingkat lokal.Kini, reputasi tersebut berada di bawah sorotan setelah HM Kunang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama putranya, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.KPK menangkap Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang dalam OTT yang berlangsung pada 17–18 Desember 2025.Penangkapan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.Baca juga: Bukan Sembarang Kades, HM Kunang Jadi Perantara Suap Bupati Bekasi Rp 14,2 MiliarHM Kunang lahir pada 15 Juli 1957 dan kini berusia 68 tahun.Dilansir dari Tribunnews Bekasi, ia merupakan figur legendaris di wilayah Cikarang.Jauh sebelum putranya menduduki kursi Bupati Bekasi, pengaruh HM Kunang telah merambah berbagai lapisan masyarakat.Julukan “Jawara Bekasi” melekat pada dirinya berkat kiprah dalam seni bela diri tradisional serta gaya kepemimpinan yang dihormati warga.Jejak kepemimpinan HM Kunang juga terlihat saat ia menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.Selain berkiprah di pemerintahan desa, HM Kunang mendirikan sejumlah organisasi, di antaranya Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan.Organisasi-organisasi tersebut disebut memperkuat solidaritas warga Bekasi sekaligus memperluas jejaring sosial dan politik yang ia bangun selama bertahun-tahun.Baca juga: KRL Sempat Gangguan di Stasiun Tambun-Bekasi, Kini Sudah NormalDalam perjalanan politik keluarga, HM Kunang dikenal sebagai tokoh sentral yang menopang karier Ade Kuswara Kunang.Jejaring yang dibangunnya selama puluhan tahun di Desa Sukadami dan wilayah sekitarnya disebut menjadi faktor penting hingga Ade Kuswara Kunang mampu melangkah ke kursi Bupati Bekasi.Desa Sukadami sendiri memiliki posisi strategis secara geografis. Wilayah ini memiliki akses mudah ke Cikarang Pusat dan Serang Baru, serta berbatasan dengan sejumlah kawasan penting di Kabupaten Bekasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-04 01:41