James Cameron Digugat Atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta Alur Cerita Avatar

2026-01-12 06:31:53
James Cameron Digugat Atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta Alur Cerita Avatar
- Sutradara Avatar, James Cameron digugat oleh seorang penulis dan animator 3D, Eric Ryder yang mengklaim bahwa plot film fiksi ilmiah populer itu diambil dari proyeknya.Ryder menuduh Cameron menjiplak karyanya KRZ 2068 dalam film blockbuster tahun 2022, Avatar: The Way of Water.Dalam gugatan yang diajukan di Pengadilan Tinggi Los Angeles, Eric Ryder mengklaim bahwa ia telah membuat kesepakatan dengan perusahaan produksi Cameron, Lightstorm Entertainment, untuk mengembangkan film berdasarkan ceritanya yang berjudul KRZ 2068.Menurut gugatan, proyek itu dibayangkan sebagai "sebuah epik 3D bertema lingkungan tentang penjajahan dan penjarahan oleh sebuah korporasi terhadap lingkungan alam yang subur dan menakjubkan di sebuah bulan yang jauh."Baca juga: Teknologi 3D Avatar: Fire and Ash Dikritik, James Cameron: Saya Suka, Ini Film SayaSetelah mengerjakan proyek tersebut selama hampir dua tahun, Ryder mengklaim bahwa Lightstorm menghentikannya, dengan menjelaskan bahwa "tidak akan ada yang tertarik pada film fiksi ilmiah bertema lingkungan."Tak lama setelah itu, menurut gugatan tersebut, Lightstorm mulai mengerjakan "Avatar," yang menurut Ryder, "secara luas dan substansial menggunakan materi yang termasuk dalam perjanjian LEI-Ryder."Gugatan tersebut menuduh Cameron menjiplak elemen-elemen cerita tersebut untuk serial Avatar.Cerita Ryder melibatkan seorang protagonis yang dikirim ke bulan sebuah planet yang jauh oleh sebuah perusahaan pertambangan yang berbasis di Bumi.Baca juga: Hargai Kreativitas, James Cameron Tegaskan Tak Tertarik Gunakan AIDetail proyek tersebut disebutkan juga membutuhkan efek 3D untuk "menambahkan unsur cerita."Perjanjian Ryder dengan Lightstorm menetapkan bahwa materi dari proyek tersebut tidak akan digunakan tanpa Ryder "mendapatkan bagian dari pendapatan komersial dan kredit sebagai penulis atau produser," oleh karena itu, dia ingin dibayar dari film "Avatar" yang sangat sukses tersebut.Ryder mengklaim ada kesalahan soal pengakuan bahwa Cameron sendiri yang menulis "Avatar," dan bahwa ia telah menyiapkan "naskah" untuk proyek tersebut sebelum Ryder dan Lightstorm menandatangani perjanjian,Dengan mengklaim pelanggaran kontrak tersirat, penipuan dan tipu daya, kesalahan penyajian informasi karena kelalaian, dan pelanggaran lainnya, Ryder menuntut ganti rugi kontrak yang tidak ditentukan, ganti rugi perbuatan melawan hukum, ganti rugi hukuman, dan agar ia diberikan keuntungan "yang diperoleh para tergugat dari tindakan salah mereka."Baca juga: James Cameron Jawab Plot Twist Terbesar Avatar: Fire and AshMengingat pendapatan miliaran dolar yang diraih "Avatar" di seluruh dunia, jumlah itu bisa jadi sangat besar.Untuk diketahui, Ryder mengajukan gugatan serupa terkait film "Avatar" pertama pada tahun 2011, yang kemudian ditolak oleh pengadilan negara bagian California setelah memutuskan bahwa Cameron menciptakan "Avatar" sebelum Ryder menyerahkan ceritanya kepada Lightstorm.Namun upaya kedua ini disebut tak ada kaitan dengan gugatan sebelumnya.


(prf/ega)