Penipuan WO Ayu Puspita: 87 Korban Laporkan Kerugian hingga Rp 22 Miliar

2026-01-16 07:38:17
Penipuan WO Ayu Puspita: 87 Korban Laporkan Kerugian hingga Rp 22 Miliar
- Helmi, salah satu korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita, mengungkapkan ketidakpuasannya meskipun pemilik WO dan beberapa orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Helmi mengaku berharap agar para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.“Aku enggak puas sama sekali. Tapi, alhamdulillah akhirnya polisi memberanikan untuk menahan. Tapi aku pengen tahu dia tuh dapat sanksi apa,” jelas Helmi saat dihubungi melalui telepon, Kamis .Baca juga: 6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Wedding Organizer, Berkaca dari Penipuan WO Ayu PuspitaHelmi menggelar acara pernikahannya pada 6 Desember 2025, namun mengalami masalah besar saat makanan yang dijanjikan oleh WO Ayu Puspita tidak kunjung datang hingga acara berlangsung. Meski begitu, Helmi merasa bahwa lebih dari sekadar uang yang hilang, ia merasa dirugikan secara immateril.“Total kita kan bikin Google Sheet ya sebagai korban harus ngisi itu semua korban. Ada kan di polisi kan terlapor 87 korban. Totalnya Rp 22 miliar, para korban dan calon korban yang sampai 2026,” jelas Helmi.Meskipun ia tidak terlalu berharap uangnya kembali, ia merasa sangat dirugikan secara emosional. “Saya kalau uang itu saya fifty-fifty. Saya kayak, ya sudah kembali ya syukur, enggak juga kita harus belajar ikhlas. Tapi saya itu yang dirugikan sekali adalah immateril,” ucapnya.Baca juga: Polda Metro Sediakan 4 Kanal Pelaporan Korban Penipuan WO Ayu PuspitaHelmi membeli paket pernikahan dari WO yang dikelola adik Ayu, Dimas, meskipun operasional tetap dikelola oleh Ayu sendiri. Awalnya, Helmi tidak merasa curiga karena ia membeli paket tersebut di pameran pernikahan di Balai Kartini.“Aku pakainya sebenarnya Madelife, itu kayak satu perusahaan sama Ayu. Jadi kayak kakak-beradik lah perusahaannya. Ayunya kan memang sudah lumayan terkenal, centang biru,” ungkapnya.Ia tidak menemukan kejanggalan selama proses pembelian paket hingga mendekati hari pernikahan. Helmi menghabiskan Rp 158 juta untuk paket gedung dan makanan, yang juga dijanjikan dengan berbagai promo, termasuk hadiah honeymoon. “Kami pun dikasih lagi promo, banyak promo,” tambahnya.Namun, saat hari pelaksanaan tiba, akad nikah berjalan lancar meski masalah besar muncul saat resepsi, yaitu ketidakdatangan makanan yang dijanjikan. Helmi awalnya memaklumi karena lokasi pernikahan yang berada di kawasan Gatot Subroto, yang sering mengalami kemacetan.Baca juga: Hitung Ulang Kerugian Kasus WO Ayu Puspita, Polda Metro Buka Posko Korban


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-16 05:57