Hujan Deras di Jalan? Ini Langkah Aman yang Harus Dilakukan Pengemudi

2026-01-12 17:43:53
Hujan Deras di Jalan? Ini Langkah Aman yang Harus Dilakukan Pengemudi
JAKARTA, – Hujan deras yang mengguyur jalanan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi. Selain membuat permukaan jalan licin, kondisi cuaca buruk juga berpengaruh pada jarak pandang dan konsentrasi saat berkendara.Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan bahwa hujan deras secara langsung memengaruhi kemampuan kendaraan dan pengemudi dalam merespons situasi di jalan.“Hal pertama yang terdampak adalah jarak berhenti. Saat hujan deras, jarak pengereman pasti lebih panjang dibandingkan kondisi jalan kering,” ujar Sony kepada Kompas.com, Senin .Karena itu, Sony menyarankan pengemudi untuk tidak mempertahankan kecepatan yang sama seperti saat cuaca cerah. Penyesuaian kecepatan menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan.Baca juga: Tips dari Ahli agar Aman Mengemudi di Jalan Licin“Hindari kecepatan yang sama dengan kondisi kering. Idealnya, kecepatan normal dikurangi sekitar 10 sampai 20 km per jam,” kata dia.Selain jarak pengereman, hujan deras juga membuat jarak pandang pengemudi menjadi terbatas. Guyuran air hujan dapat menghalangi pandangan, terutama saat melintasi jalan dengan penerangan minim atau marka yang mulai pudar.kompas.com Ilustrasi mengemudi di jalan tol saat hujan.Jarak pandang yang terbatas membuat pengemudi kesulitan membaca objek-objek di depan, baik kendaraan lain, pejalan kaki, maupun kondisi jalan itu sendiri.Dalam situasi tersebut, pengemudi disarankan untuk kembali menurunkan kecepatan agar memiliki ruang dan waktu yang cukup untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di depan."Jadi kurangi kecepatan agar ada ruang untuk mengantisipasi," kata Sony.Tak hanya aspek teknis kendaraan, faktor mental pengemudi juga ikut terpengaruh saat hujan deras. Cuaca buruk disebut dapat menurunkan kemampuan bereaksi karena pengemudi menjadi lebih tegang atau cemas.Baca juga: Nissan GT-R Modifikasi Off-Road: Transformasi Ekstrem“Kemampuan bereaksi bisa menurun akibat mental yang terganggu oleh cuaca buruk. Karena itu, pengemudi harus tetap tenang dan fokus pada kondisi sekitar,” kata Sony.Ia menekankan pentingnya menjaga konsentrasi penuh, menghindari distraksi, serta tetap membaca situasi lalu lintas dengan lebih waspada saat hujan deras mengguyur jalan.Dengan menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak aman, dan mempertahankan kondisi mental yang tenang, risiko kecelakaan saat hujan deras dapat diminimalkan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-12 17:34