BIREUEN, - Warga Balai Panah Kilometer 9, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Mariani, bersyukur perangkat desa sempat mengingatkan warga untuk segera mengungsi sebelum banjir melanda wilayah mereka.Berkat peringatan tersebut, Mariani dan keluarganya selamat meski rumahnya tersapu air. Kini, Mariani bersama warga lain tinggal di tenda pengungsian dan saling menguatkan satu sama lain.“Alhamdulillah di tenda pengungsian kami saling membantu memasak. Selain itu enggak tahu mau buat apa. Kami masih trauma, sering menangis saling berbagi keluh kesah bagaimana nasib kita ke depan. Kalau saya secara pribadi selera makan pun sudah hilang,” katanya kepada Kompas.com saat mengikuti kegiatan Dukungan Psikososial yang digelar Komdigi, Selasa .Baca juga: Gempa M 5,4 Guncang Simeulue Aceh, BMKG: Tak Berpotensi TsunamiMariani menceritakan banjir telah menghilangkan rumahnya. Kawasan perumahan berubah seperti aliran sungai. Saat kejadian, ia sempat memastikan kondisi arus sebelum akhirnya menyelamatkan diri.Setelah melihat beberapa rumah mulai roboh dan mendapat arahan kepala desa, Mariani melarikan diri dan mengungsi ke rumah adiknya.“Alhamdulillah kami selamat. Kondisi rumah saya tidak ada lagi. Jangankan rumah, tanah pun enggak ada lagi karena dihempas air. Semua harta benda habis semua,” ujarnya.Pada hari kedua pasca banjir, Mariani dan warga lain dipindahkan ke tenda pengungsian. Kebutuhan makanan tercukupi meski dengan porsi terbatas.“Alhamdulillah makan minum cukup. Kami utamakan makanan untuk anak-anak dulu,” tuturnya.Baca juga: Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Diberhentikan Sementara Buntut Umrah Saat BencanaMariani mengaku belum sanggup kembali ke desanya karena trauma.“Setiap kali kita pulang selalu nangis, memang enggak ada lagi tempat kita. Sudah dua hari ini saya tidak berkunjung, kalau saya berkunjung rasanya tidak tahu gimana lagi,” ungkapnya.Mariani berharap pemerintah segera membangun kembali rumah untuk para korban banjir.“Kita mohon kepada pemerintah supaya bisa membangun rumah kembali atau tempat tinggal,” pungkasnya.
(prf/ega)
Ibu Korban Banjir Aceh Curhat di Tenda Pengungsian: Trauma dan Hilang Selera Makan
2026-01-11 22:39:01
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:46
| 2026-01-11 21:36
| 2026-01-11 21:26
| 2026-01-11 20:58










































