Video Pembangunan Jembatan di Sumatera Awali Sidang Kabinet di Istana

2026-02-05 06:23:52
Video Pembangunan Jembatan di Sumatera Awali Sidang Kabinet di Istana
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan, Jakarta, sore ini. Sidang diawali dengan penayangan sejumlah video pembangunan jembatan di wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatera.Sidang kabinet digelar di Istana Negara, Jakarta, pada pukul 15.35 WIB, Senin (15/12/2025). Sidang dihadiri Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka sidang tersebut. Dia menyampaikan kepada para anggota kabinet bahwa sidang diawali dengan penayangan video pembangunan jembatan di beberapa wilayah bencana yang telah rampung."Atas izin Bapak Presiden, sebelum memulai Sidang Kabinet Paripurna, berikut kami tayangkan 4 video dari 7 jembatan bailey," kata Teddy.Sejumlah jembatan bailey yang telah dibangun dan difungsikan, antara lain Jembatan Teupin Pane di Aceh; Jembatan Anggoli di Tapanuli Tengah; Jembatan Bawah Kubang Solok di Sumbar; Jembatan Sikabau Dharmasraya di Sumbar.Adapun SKP dihadiri oleh seluruh anggota Kabinet Merah Putih. Mereka yang hadir mencakup menteri dan wakil menteri, kepala dan wakil kepala lembaga, penasihat khusus presiden, serta utusan khusus presiden.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-05 06:07