Salahkan Biden atas Kondisi AS Saat Ini, Trump Janji Ekonomi Meroket Tahun Depan

2026-01-12 03:29:42
Salahkan Biden atas Kondisi AS Saat Ini, Trump Janji Ekonomi Meroket Tahun Depan
WASHINGTON, - Presiden AS, Donald Trump menyalahkan pendahulunya, Joe Biden atas kondisi perekonomian negara.Ia pun berjanji akan membawa peningkatan ekonomi bagi rakyat AS.Trump mengeklaim harga bensin dan bahan makanan di AS yang selama ini mengkhawatirkan, kini sedang turun dengan cepat.Politisi Partai Republik itu mengeklaim, AS harus siap untuk ledakan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 2026."Selamat malam Amerika. Sebelas bulan lalu saya mewarisi kekacauan dan saya sedang memperbaikinya," kata Trump dalam pidato akhir tahun di Gedung Putih, Rabu , dikutip dari AFP.Baca juga: Gedung Putih Labeli Seluruh Presiden AS, Biden Disebut Presiden TerburukMeskipun Gedung Putih menyebut pidato itu sebagai kesempatan bagi Trump untuk memaparkan agenda ekonominya, sebagian besar isinya justru berupa serangan terhadap target-target yang sudah dikenal.Dia berulang kali mengecam Biden, Partai Demokrat, dan para migran yang dianggapnya mencuri pekerjaan warga AS.Partai Demokrat memberikan tanggapan balik setelah pidato tersebut.Senator Chuck Schumer mengatakan, pidato Trump menunjukkan bahwa dia hidup dalam gelembung yang sama sekali terputus dari kenyataan yang dilihat dan dirasakan oleh warga AS sehari-hari."Faktanya adalah harga-harga naik, pengangguran meningkat dan belum ada tanda-tanda akan berakhir," ujarnya.Baca juga: Pemerintah AS Akui Bertanggung Jawab atas Tabrakan Pesawat dan Helikopter Awal Tahun IniNamun, jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan kenyataan yang berbanding terbalik dengan klaim Trump.Sebuah jajak pendapat YouGov yang diterbitkan pada Selasa menunjukkan, 52 persen warga AS berpikir ekonomi semakin memburuk di bawah pemerintahan Trump.Trump juga mendapatkan peringkat persetujuan terburuknya sepanjang masa terkait penanganan ekonomi dalam jajak pendapat PBS News/NPR/Marist yang diterbitkan pada hari Rabu.Dalam jajak pendapat itu, 57 persen warga AS tidak setuju dan menyatakan kekhawatiran tentang kenaikan biaya hidup.Menurut para ahli, kondisi ini sebagian dipicu oleh tarif yang telah ia kenakan pada mitra dagang di seluruh dunia.Ia juga menghadapi kritik dari gerakan Make America Great Again (MAGA) miliknya karena berfokus pada kesepakatan perdamaian di Ukraina dan Gaza serta ketegangan dengan Venezuela, alih-alih masalah domestik.Karena itu, Trump kini meningkatkan perjalanan domestiknya untuk menyampaikan pesan ekonomi.


(prf/ega)