Tahun Ajaran Baru, 54 Sekolah Terdampak Bencana Sumatera Bakal Belajar Sementara di Tenda

2026-02-05 03:51:03
Tahun Ajaran Baru, 54 Sekolah Terdampak Bencana Sumatera Bakal Belajar Sementara di Tenda
JAKARTA, - Sebanyak 54 sekolah yang rusak parah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera bakal melaksanakan proses belajar di tenda pada tahun ajaran 2026."Masih ada 54 yang memang belum bisa kita gunakan karena kerusakan yang sangat serius, bahkan sebagian sekolah memang sudah rusak total," tutur Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa .Kini para siswa dari 54 sekolah akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar sementara di tenda yang telah disiapkan."Mereka harus belajar di tenda dan sudah kami siapkan 54 tenda, 14 di Aceh, 21 di Sumatera Barat, dan 19 di Sumatera Utara," jelas Mu'ti.Baca juga: Mensos: Ahli Waris Korban Bencana Sumatera Dapat Santunan Rp 15 Juta, Luka Berat Rp 5 JutaMu'ti memastikan anak-anak di wilayah terdampak bencana mendapatkan pendidikan pada tahun ajaran baru yang rencanakan dimulai pada 5 Januari 2026."Meskipun memang karena kondisi yang berbeda-beda, maka mereka tidak harus belajar sebagaimana yang normal," tuturnya.Karena itu, siswa yang belajar di tenda pengungsian tidak diharuskan mengenakan seragam ataupun sepatu."Mereka boleh saja tidak pakai seragam, boleh saja mereka tidak pakai sepatu dan yang lain-lainnya, termasuk kurikulumnya juga kita rancang secara khusus," ucapnya.Baca juga: Pimpinan DPR Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Gelondongan Kayu di Wilayah Bencana SumateraMu'ti mengatakan, Kemendikdasmen telah memberikan bantuan 27.000 school kit, 15.500 di Aceh, 5.000 di Sumatera Barat, 6.500 di Sumatera Utara.Kemudian ada 100 ruang kelas darurat di Aceh, 30 di Sumatera Barat, 30 di Sumatera Utara."Dana Operasional Pendidikan Darurat yang sudah kami serahkan seluruhnya ada Rp25 miliar," ucapnya.Dengan rincian, di Aceh Rp11 miliar, di Sumatera Barat Rp8 miliar, dan di Sumatera Utara Rp6 miliar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-02-05 02:49