Fenomena Supermoon dan Curah Hujan Disebut Berpotensi Ganggu Aktivitas di Pelabuhan Merak–Bakauheni

2026-01-12 03:54:54
Fenomena Supermoon dan Curah Hujan Disebut Berpotensi Ganggu Aktivitas di Pelabuhan Merak–Bakauheni
Jakarta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memandang adanya fenomena super moon dan curah hujan tinggi pada awal dan akhir Desember 2025, berpotensi menganggu operasional bongkar muat dan pelayaran di Pelabuhan Merak-Bakauheni.Hal ini dikarenakan ada potensi peningkatan tinggi muka air laut maksimum di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Sehingga perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan di sana."Kalau kita bilang maksimum, pasti akan ada dampaknya, pasti akan ada dampak untuk bongkar muat," jelas Kepala Kelompok Kerja Data dan Informasi BMKG Merak Trian Asmarahadi, seperti dilansir dari Antara, Selasa .AdvertisementUntuk meminimalkan risiko, kata dia, BMKG telah menyiapkan pos pemantauan cuaca Nataru di sejumlah dermaga bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak, yang akan bekerja secara real time untuk memonitor gelombang pasang dan perubahan dinamika laut.Menurutnya, informasi cuaca jangka pendek menjadi kunci agar pengelola pelabuhan dapat menyesuaikan jadwal bongkar muat maupun keberangkatan kapal."Jadi kami terus menginformasikan kepada pihak KSOP, kami menginformasikan potensi-potensi cuaca, apabila ada cuaca buruk, untuk satu jam ke depan atau tiga jam ke depan," ungkap Trian.Tak hanya itu, pihaknya juga meminta masyarakat yang berencana melakukan perjalanan laut agar tak mengabaikan kondisi cuaca, terlebih saat puncak arus mudik dan balik Nataru."Dan masyarakat tidak perlu khawatir berlebih. Apabila ada cuaca buruk, kami akan informasikan dan KSOP akan bertindak untuk mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang pada saat Nataru," kata Trian.  


(prf/ega)