JAKARTA, - Saat ini, tren kendaraan berbasis elektrifikasi, mulai dari hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga mobil listrik murni (BEV), sedang diminati oleh pasar otomotif Indonesia.GWM menjadi salah satu pemain yang menawarkan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi melalui model GWM Tank 300 Hybrid.Namun, menariknya, GWM justru mencatatkan fakta sebaliknya, di mana varian diesel Tank 300 yang paling banyak diburu konsumen.Baca juga: MG Lebarkan Sayap ke Pontianak, Resmikan Diler BaruBerdasarkan data wholesales yang diolah dari Gaikindo, distribusi GWM Tank 300 Diesel sepanjang Januari–November 2025 mencapai 462 unit.Angka ini hampir dua kali lipat dari Tank 300 HEV yang mencatat 230 unit pada periode yang sama.Padahal, secara narasi pasar, model hybrid mestinya lebih selaras dengan gelombang New Energy Vehicle (NEV) yang kini menguat./DIO DANANJAYA GWM Tank 300 DieselMenurut Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia, Tank 300 pada dasarnya sudah punya karakter kuat yang membuatnya mudah diterima oleh para pencinta SUV. “Pertama, kalau kita lihat Tank 300, baik yang hybrid maupun yang diesel, aura yang muncul itu adalah mobil ini sangat gagah dan memang cocok untuk medan off-road,” ujar Bagus, di Jakarta Barat, Rabu .Namun, ketika karakter gagah tersebut dipadukan dengan performa khas mesin diesel, minat konsumen justru semakin menguat. “Ketika Tank 300 itu dipadukan dengan teknologi mesin diesel yang powerful, dipadukan berbagai teknologi yang ada seperti sembilan otomatik percepatan, ini semakin menarik minat para konsumen yang sebelumnya tertarik dengan Tank 300. Karena mesin diesel dianggap lebih cocok untuk penggunaan off-road,” ucap Bagus.Karakteristik diesel yang bertenaga sejak putaran bawah memang menjadi nilai tambah tersendiri bagi SUV off-road seperti Tank 300.Bagi banyak konsumen, terutama yang sering menjelajahi medan berat, respons seperti ini terasa lebih meyakinkan dibanding teknologi hybrid.Dalam pasar Indonesia, mesin diesel sudah lama punya reputasi sebagai teknologi yang bandel dan berumur panjang.Hal ini memperkuat persepsi masyarakat terhadap Tank 300 Diesel. “Selain itu, mesin diesel ini juga mempunyai image di Indonesia, khususnya, tahan lama,” kata Bagus.Reputasi ini membuat konsumen tidak hanya melihat Tank 300 sebagai kendaraan gaya hidup, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang.Selain performa dan ketangguhan, GWM juga memperkuat daya tarik Tank 300 Diesel melalui skema garansi yang agresif. “GWM memberikan jaminan garansi 10 tahun. Bukan 3 tahun, bukan 5 tahun untuk mesinnya, tapi 10 tahun atau kilometernya bukan 300.000, tapi 1.000.000 km,” ujar Bagus.Garansi ini sangat jarang ditemui pada segmen SUV sekelasnya, sehingga memberi rasa aman bagi konsumen yang khawatir soal biaya perawatan dalam jangka panjang.Meski berbagai pabrikan kini ramai mendorong adopsi NEV, fakta bahwa varian diesel Tank 300 justru menjadi primadona menunjukkan preferensi konsumen Indonesia yang masih beragam. “Ini salah satu alasan kenapa mereka akhirnya kepincut di tengah-tengah gelombang mobil listrik, mobil hybrid, mobil diesel kita itu mencuri perhatian di situ,” kata Bagus.Baca juga: Mobil Listrik MAB SunV Proyeksi Bisa Tembus EksporDengan kombinasi desain gagah, performa mesin yang dianggap lebih pas untuk off-road, reputasi diesel yang tahan lama, serta garansi ekstra panjang, Tank 300 Diesel tampil sebagai pilihan yang tidak hanya emosional, tetapi juga rasional bagi banyak pembeli.
(prf/ega)
GWM Tank 300 Hybrid vs Diesel: Mana yang Lebih Laku di Indonesia?
2026-01-12 04:00:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:07
| 2026-01-12 03:46
| 2026-01-12 02:54
| 2026-01-12 02:14










































