Bulog Siapkan “Ekosistem Bisnis” di 100 Gudang Baru: Penggilingan Padi Skala Kecil Bisa Akses Teknologi Modern

2026-02-02 20:35:14
Bulog Siapkan “Ekosistem Bisnis” di 100 Gudang Baru: Penggilingan Padi Skala Kecil Bisa Akses Teknologi Modern
JAKARTA, – Perum Bulog mengambil langkah untuk melindungi dan memberdayakan lebih dari 160.000 penggilingan padi skala kecil di Indonesia.Program ini akan diwujudkan melalui pembangunan 100 gudang baru hingga 2026, termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), yang berfungsi sebagai pusat ekosistem pascapanen terintegrasi.Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, pihaknya tidak hanya membangun gudang, tetapi menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.Baca juga: Dapat Anggaran Rp 5 T, Bulog Bakal Bangun 100 Gudang di Daerah 3TKompas.com/Dian Erika Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Rhamdani di Kantor Kemenko Pangan Jakarta Pusat, Jumat ."Gudang-gudang baru Bulog di sentra produksi akan dilengkapi dengan Rice Milling Unit (RMU) dan pengering (dryer) modern. Melalui skema pay-per-use, penggilingan kecil dan petani dapat mengakses teknologi ini tanpa terbebani biaya modal yang besar,” jelas Rizal dalam siaran pers, Kamis .Program ini menggunakan pendekatan triadic collaboration, yakni melibatkan Bulog, penggilingan/petani, dan investor swasta.Bulog bertindak sebagai penjamin pasar melalui offtake agreement, sementara pihak swasta menyediakan investasi teknologi.Model ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan usaha dan stabilitas pasokan.Baca juga: Serapan Gabah dan Jagung Kurang, Pemerintah Siapkan 100 Gudang Baru Bulog Tahun DepanPembangunan 100 gudang Bulog dengan investasi Rp 5 triliun ini diprioritaskan di daerah yang belum memiliki fasilitas memadai, termasuk wilayah 3T seperti Nias Selatan dan Morotai.Targetnya, gudang-gudang ini beroperasi sebelum musim panen raya 2026, memperkuat rantai pasok padi nasional dari hulu ke hilir.Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menuturkan, penggilingan padi kecil adalah jantung ketahanan pangan nasional.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-02 20:12