Emil Dardak Dorong Mobilitas ASN Melalui Bandara Dhoho

2026-01-12 04:26:25
Emil Dardak Dorong Mobilitas ASN Melalui Bandara Dhoho
KEDIRI, - Beragam stimulasi yang berorientasi pada peningkatan okupansi penumpang Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jawa Timur, terus digalakkan. Termasuk penggunaan perjalanan dinas bagi pegawai pemerintah.Cakupan okupansi itu diperlukan agar bandara yang baru saja menggelar inaugural flight pada 10 November 2025 itu, bisa terjaga keberlangsungan penerbangannya.Apalagi inaugural flight itu merupakan penanda kembalinya penerbangan komersil setelah sebelumnya vakum sekitar lima bulan.Baca juga: Bandara Dhoho Kediri Kembali Beroperasi, Transportasi Pendukung Andalkan OnlineWakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengajak para kepala daerah yang ada di selingkar Wilis untuk menjaga keberlanjutan operasional bandara Dhoho Kediri.Daerah tersebut yaitu Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Nganjuk dan Jombang.Salah satunya dengan memanfaatkan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) maupun mobilitas lainnya agar bisa melalui bandara Dhoho tersebut.“(bisa juga) Komitmen ASN untuk menggunakan bandara ini,” ujar Emil Dardak saat inaugural flight Bandara Dhoho Kediri, Senin .Baca juga: Desember, Bandara Dhoho Kediri Ditarget Siap Layani Penerbangan UmrahPerihal komitmen itu, masih kata Emil Dardak, juga mendapatkan perhatian dari jajaran Pemerintah Provinsi. Bahkan menurutnya Gubernur Khofifah akan membuat surat edaran perjalanan dinas ASN di Bandara Dhoho itu.“Ibu Gubernur kalau tidak salah juga sedang menyiapkan surat edarannya (tentang komitmen itu),” suami artis peran Arumi Bachsin itu menambahkan.Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana perihal komitmen dukungan bandara melalui perjalanan dinas itu, menurutnya akan ditindaklanjuti dengan surat edaran darinya.“Nanti mungkin akan dituangkan dalam surat edaran bupati,” ujar Hanindhito Himawan Pramana di lokasi yang sama.Baca juga: Dongkrak Okupansi, Tiket Pesawat Bandara Dhoho Kediri Bisa Ditukar Diskon Hotel hingga Gratis Masuk Objek WisataBupati dengan sapaan akrabnya Mas Dhito itu menambahkan, pihaknya senantiasa mendukung keberadaan dan operasional bandara karena itu merupakan kebanggaan bersama. Rasa memiliki bandara tersebut sangat kuat termasuk dengan penggunaannya sebagai pusat mobilitas ASN.“Rasa memiliki ASN Kabupaten Kediri terhadap bandara itu sangat tinggi, tak diragukan lagi,” lanjutnya.Selain kebijakan yang ada di Kediri sebagai tuan rumah bandara, Mas Dhito juga mengajak seluruh kepala daerah lainnya untuk menyamakan persepsi dalam mendukung keberadaan bandara tersebut.“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana melakukan konektivitas dan menyamakan persepsi dengan daerah lain.”pungkas Bupati yang juga putra dari Gubernur Jakarta Pramono Anung ini.Sebelumnya, kebijakan stimulasi okupansi itu juga dilakukan dengan inovasi lainnya. Yakni penggratisan biaya tiket masuk wisata hingga diskon kamar hotel.Inovasi kebijakan itu diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Trenggalek, dengan syarat yang cukup mudah yaitu hanya menunjukkan boarding pass bandara Dhoho.


(prf/ega)