Jadwal Haji 2026: Masuk Asrama, Berangkat ke Saudi hingga Pulang ke RI

2026-01-17 02:23:56
Jadwal Haji 2026: Masuk Asrama, Berangkat ke Saudi hingga Pulang ke RI
Kementerian Haji dan Umroh menjadwalkan pemberangkatan jemaah haji ke Arab Saudi dimulai 22 April 2026. Jemaah haji RI akan pulang mulai 1 Juni 2026.Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umroh Mochammad Irfan Yusuf (Gus Yusuf) dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu . Gus Irfan mengatakan jemaah haji akan mulai memasuki asrama haji di masing-masing embarkasi pada 21 April 2026."Pada 22 April 2026 akan dimulai pemberangkatan jamaah haji gelombang pertama menuju Madinah. Disusul oleh pemberangkatan gelombang kedua ke Jeddah pada 7 Mei 2026," kata Gus Irfan.Berikut jadwal yang dipaparkan Irfan:- Masuk asrama haji: mulai 21 April 2026- Pemberangkatan gelombang I: mulai 22 April 2026 (ke Madinah)- Pemberangkatan gelombang II: mulai 7 Mei 2026 (ke Jeddah)- Penutupan penerbangan haji di Jeddah: 21 Mei 2026- Puncak ibadah haji: 26 Mei 2026 (akan ditetapkan lebih lanjut oleh Arab Saudi)- Pemulangan jemaah haji gelombang I: mulai 1 Juni 2026 (dari Jeddah)- Pemulangan jemaah haji gelombang II: mulai 16 Juni 2026 (dari Madinah)."Seluruh operasional pemulangan jemaah haji diperkirakan berakhir pada 1 Juli 2026, menandai tuntasnya pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara menyeluruh," ujarnya.Simak juga Video Umrah Mandiri Vs Travel: Mau Praktis atau Taktis?[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-17 01:17