JAKARTA, - Matahari di Taman Ismail Marzuki (TIM) masih terik saat sudut-sudut langit Jakarta mulai gelap pada Sabtu siang. Meski akhir pekan, orang-orang di TIM justru sibuk. Mereka mengunjungi berbagai booth usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada Amartha Impact Festival. Sebuah panggung kecil di tengah festival itu menampilkan live musik keroncong, menyanyikan lagu-lagu Jawa yang syahdu. Alunannya seperti meredam udara panas Jakarta. Gusti Ian (41) datang jauh-jauh dari Solo, Jawa Tengah dan membuka booth Kebaya Mbok Dhe. Ia merupakan salah satu UMKM mitra binaan Amartha. Baca juga: Gandeng Amartha, Chubb Life Sediakan Produk Asuransi Khusus untuk Sektor UMKM Adapun Amartha merupakan perusahaan fintech yang fokus memberikan akses modal kepada pelaku UMKM berbasis komunitas. Ian menjadi salah satu pedagang yang mengakses fasilitas itu. “Sudah lima kali pinjam, (nilai pinjaman) naik terus,” kata Ian saat ditemui boothnya. Ian mulai fokus menggarap bisnis kebaya pasca pandemi Covid-19 mereda. Sebelumnya ia menggeluti bisnis fashion namun tidak spesifik. Dengan bantuan pinjaman modal dari Amartha, Ian mulai membangun Kebaya Mbok Dhe. Ia menjahit sendiri pakaian-pakaian kebaya khas Nusantara itu. Baca juga: Standard Chartered Gandeng Amartha untuk Penyaluran Kredit UMKM /Syakirun Ni'am Sejumlah pengunjung Amartha Impact Festival tengah menikmati suasana saing dan jajanan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu .Ian mengaku mengetahui Amartha dari rekannya sesama pelaku UMKM. Pada satu waktu, ia membaca sebuah selebaran yang menjelaskan pinjaman modal dari Amartha tidak mensyaratkan jaminan, melainkan kelompok bisnis. “Berkelompok jadi pinjamannya itu kan tanpa jaminan,” ujar Ian. Ketika terdapat salah satu debitur yang tidak membayar pinjaman modal, maka pinjaman akan ditanggung renteng oleh teman satu kelompoknya. Skema itu membuat anggota kelompok kecil tersebut saling bahu membahu hingga mengingatkan satu sama lain. Baca juga: Gandeng Amartha, BTN Perluas Pembiayaan UMKM Tidak hanya itu, komunitas itu juga menjadi hubungan bisnis satu sama lain. Untuk membuat korsase atau hiasan bunga kecil misalnya, Ian menggunakan jasa rekannya sesama mitra Amartha. “Kita kasih itu ke dia, hadi saling support saja sebetulnya,” tutur Ian. Perempuan itu mengaku sampai saat ini nilai pinjamannya sudah sampai Rp 9 juta. Memulai usahanya dari skala kecil dan pinjaman dari Amartha, Kebaya Mbok Dhe terus berkembang. Saat ini, Ian bahkan sudah bisa membuka kios sendiri di Pasar Antik Triwindu, Solo. Baca juga: Sinergi Bank dan Fintech Jadi Kunci Tingkatkan Rasio Kredit Nasional Dengan gembira, ia bahkan menceritakan produk dan properti yang mendukung usahanya kini semakin banyak. “Sekarang sudah bisa sewa toko sudah jadi berkembang. Sebenarnya saya berkembang gitu loh, dapat bantuan dari Amartha,” kata dia. Selain pelaku UMKM produk tekstil, banyak mitra Amartha melakoni usaha makanan dan minuman. Di festival yang sama, mereka menjajakan dagangannya dengan gembira.Baca juga: 22 Fintech P2P Lending Catat Kredit Macet di Atas 5 Persen per September 2025
(prf/ega)
Asa Penjahit Kebaya dari Solo, Jadi Mitra Amartha Kembangkan Usaha Pasca Pandemi
2026-01-11 22:31:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:12
| 2026-01-11 23:09
| 2026-01-11 21:51
| 2026-01-11 21:26
| 2026-01-11 21:20










































