Cerita Kesaksian Korban Selamat dari Insiden Penembakan Massal di Universitas Brown, AS

2026-01-11 23:08:03
Cerita Kesaksian Korban Selamat dari Insiden Penembakan Massal di Universitas Brown, AS
- Insiden penembakan massal yang terjadi di Universitas Brown di Negara Bagian Rhode Island, Amerika Serikat bagian timur pada Sabtu menyisakan trauma pada korban.Dua orang tewas dan sedikitnya 9 orang luka-luka akibat peristiwa tersebut. Salah satu mahasiswa yang menjadi korban adalah Mia Tretta (21).Insiden itu tak hanya mengerikan baginya, tetapi juga kembali mengingatkan trauma lama.Baca juga: Video Detik-detik Penembakan Bondi Beach, Terdengar 103 Tembakan, Pelaku Pilih TargetSebelum peristiwa yang terjadi Sabtu lalu, Mia juga pernah menjadi salah satu korban selamat penembakan massal di sekolahnya pada 2019 silam.Pada 2019, Mia pernah menjadi korban penembakan massal saat duduk di bangku SMA di Saugus High School di Santa Clarita, California.Kala itu, dia mengalami luka tembak di bagian perut dan masih harus menjalani operasi untuk mengatasi rasa nyeri di sarafnya.Mia tak menyangka, di saat lukanya belum sembuh total, dia harus kembali mengalami insiden penembakan massal di kampusnya."Semua orang selalu berkata pada diri sendiri bahwa itu tidak akan pernah terjadi padaku," ucapnya, dikutip dari BBC, Senin .Lantas, apa yang dialami Mia pada insiden penembakan massal di Universitas Brown.Baca juga: Penembakan Massal Terjadi di Pasar Or Tor Kor Thailand, 6 Orang Dilaporkan TewasMia memutuskan berkuliah di Universitas Brown agar terhindar dari insiden penembakan massal yang pernah dialaminya saat duduk di bangku 11 SMA.Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa kejadian itu tidak akan terjadi lagi.Namun, nasib berkata lain. Pada Sabtu , Mia kembali mendengar pemberitahuan soal penembakan aktif di kampusnya.Hal itu membuatnya ketakutan, bingung, dan marah. Mia bilang, warga Amerika seharusnya tidak menerima penembakan massal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari."Kekerasan senjata api tidak peduli apakah Anda sudah pernah ditembak sebelumnya, dan tidak peduli Anda berada di komunitas mana," kata dia."Ini adalah epidemi yang menyentuh setiap komunitas," tambah Mia.


(prf/ega)