Travel Ban Trump Makin Luas, Tambah 6 Negara Baru Termasuk Palestina dan Suriah

2026-01-13 06:18:52
Travel Ban Trump Makin Luas, Tambah 6 Negara Baru Termasuk Palestina dan Suriah
WASHINGTON DC, - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperluas travel ban atau larangan perjalanan ke "Negeri Paman Sam" dengan menambahkan enam negara baru.Gedung Putih mengumumkan kebijakan tersebut pada Selasa waktu setempat sebagai bagian dari langkah lanjutan Trump dalam memperketat masuknya warga asing ke AS.Melalui dekret terbaru itu, Trump memberlakukan larangan perjalanan terhadap Palestina, Burkina Faso, Mali, Niger, Sudan Selatan, dan Suriah.Baca juga: Daftar 12 Negara yang Warganya Dilarang Masuk ASSebelumnya, sudah ada 12 negara yang lebih dulu masuk travel ban dan diumumkan pada Juni lalu, sebagaimana dilansir Al Jazeera.Dalam dokumen resmi, Gedung Putih tidak menyebut Palestina sebagai negara maupun wilayah pendudukan Palestina, melainkan menggunakan istilah "Dokumen Otoritas Palestina".Gedung Putih juga menyebut warga Palestina sebagai "individu yang mencoba bepergian dengan dokumen perjalanan yang diterbitkan atau didukung oleh Otoritas Palestina".Kebijakan ini muncul beberapa pekan setelah Trump ingin menghentikan migrasi dari negara-negara Dunia Ketiga”,menyusul penembakan terhadap dua personel Garda Nasional di Washington DC.Baca juga: Apa Alasan Trump Larang Warga dari 12 Negara Masuk AS?"Beberapa kelompok teroris yang ditetapkan AS beroperasi aktif di Tepi Barat atau Jalur Gaza dan telah membunuh warga negara Amerika," kata Gedung Putih dalam pernyataannya.Gedung Putih juga menyebut, konflik yang pecah di Palestina berpotensi melemahkan kemampuan pemeriksaan dan penyaringan imigran.Di sisi lain, kebijakan tersebut direspons keras oleh sejumlah pihak. Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Rashida Tlaib, mengecam keras kebijakan itu.Dia menuding Trump serta penasihat utamanya, Stephen Miller, berupaya mengubah demografi AS.Baca juga: Sah, Trump Larang Warga dari 12 Negara Ini Masuk AS"Kekejaman rasis pemerintahan ini tidak mengenal batas, memperluas larangan perjalanan ke lebih banyak negara Afrika dan mayoritas Muslim, bahkan terhadap warga Palestina yang melarikan diri dari genosida," ujar Tlaib melalui media sosial.Larangan terhadap warga Palestina diberlakukan di tengah serangan Israel yang terus berlangsung di Gaza dan Tepi Barat.Sementara itu, larangan terhadap Suriah muncul di saat hubungan Washington dan Damaskus justru menunjukkan tanda-tanda mencair setelah Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa mengunjungi Gedung Putih pada November lalu."Meski negara tersebut bekerja sama erat dengan AS untuk mengatasi tantangan keamanan, Suriah masih belum memiliki otoritas pusat yang memadai dalam penerbitan paspor atau dokumen sipil, serta belum memiliki mekanisme pemeriksaan yang layak," kata Gedung Putih.Baca juga: Trump Larang Universitas Harvard Terima Mahasiswa Asing, Bagaimana Nasib Pelajar Indonesia?


(prf/ega)