Minyak Aljazair "Pulang Kampung" ke Indonesia, Pertamina Angkut 1 Juta Barrel

2026-01-17 07:28:36
Minyak Aljazair
– Minyak mentah dari Aljazair resmi “pulang kampung” ke Indonesia. PT Pertamina Internasional EP (PIEP) melakukan pengapalan perdana sebesar 1 juta barrel minyak mentah dari Port Arzew, Oran, Aljazair, menuju Indonesia pada 24 Desember 2025.Pengapalan ini menjadi produksi pertama di bawah perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A.Kontrak tersebut memastikan keberlanjutan operasi Pertamina di Aljazair untuk 25 tahun ke depan sekaligus memperkuat pasokan energi bagi Indonesia.Baca juga: Kelola Blok Migas di Aljazair, Pertamina Teken Kontrak Baru dengan Sonatrach dan Repsol Keberhasilan lifting perdana ini menandai fase baru kehadiran Pertamina di kawasan Afrika Utara. Blok 405A menjadi salah satu aset internasional strategis yang diandalkan untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pasokan minyak dari luar negeri.Hubungan komersial antara SONATRACH dan Pertamina sendiri telah terjalin lebih dari 25 tahun. Kerja sama itu dimulai melalui kontrak tahunan pada 2002–2003, dilanjutkan dengan transaksi spot pada 2006–2013, hingga ekspansi signifikan sejak 2014 melalui akuisisi hak pengelolaan Menzel Lejmat (MLN).Menjelang pengapalan, kedua perusahaan menandatangani Lifting Service Contract pada 22 Desember 2025 di Kantor Pusat Sonatrach. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Algeria EP (PAEP) Jon Erwin dan Mr. Mayouf Belgacem selaku VP Commercialization Sonatrach.Acara tersebut disaksikan langsung oleh President & CEO Sonatrach Noureddine Daoudi, Duta Besar RI untuk Aljazair Chalief Akbar, serta Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha.Baca juga: Rilis 2026, Apa Itu BBM Pertamina Biosolar Performance buat Industri?Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha mengatakan, pengapalan perdana ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Pertamina di bisnis migas internasional.“Kami menjalankan amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui praktik operasional yang unggul dan berkelanjutan di Aljazair,” ujar Syamsu Yudha, melalui keterangan pers, Kamis .Ia berharap kerja sama antara Pertamina dan Sonatrach ke depan semakin solid dan berkelanjutan.Komisaris Utama PIEP Dharmawan H. Samsu menambahkan, keberhasilan pengapalan ini merupakan hasil dari proses diplomasi dan negosiasi kontrak yang panjang.“Pengapalan kargo pertama sebesar 1 juta barrel ke Indonesia ini menegaskan nilai strategis perpanjangan Blok 405A untuk 25 tahun ke depan. Ini merupakan pencapaian besar setelah melalui proses negosiasi kontrak yang intens,” jelasnya.Baca juga: Proyek Chemical EOR Minas Diresmikan, Dongkrak Produksi Minyak Nasional


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-17 05:04