Polresta Malang Kota Petakan Titik Rawan Bencana Jelang Nataru, Berikut Daftarnya

2026-01-13 05:43:10
Polresta Malang Kota Petakan Titik Rawan Bencana Jelang Nataru, Berikut Daftarnya
MALANG, - Polresta Malang Kota menyiapkan kesiapsiagaan bencana di kawasan Kota Malang, jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Mitigasi titik rawan bencana dilakukan karena tingginya curah hujan diprediksi masih akan berlangsung sepanjang Desember 2025.Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono mengatakan, ada beberapa hal yang disiapkan untuk memitigasi kerawanan bencana menjelang Nataru.Di antaranya penyusunan skema mitigasi banjir, pemetaan daerah rawan banjir, pembangunan posko terpadu tanggap bencana, penebalan personel, dan pengaktifan kanal komunikasi cepat antarinstansi."Mitigasi ini harus dilakukan sejak dini dan terintregasi dengan semua instansi yang terlibat, agar respons lebih cepat, dan efektif pada saat Operasi Lilin Semeru 2025 pada natal dan tahun baru nanti," kata Nanang, Rabu .Baca juga: DPRD Kota Malang Minta Pemkot Segera Atasi Masalah Banjir di Kota MalangNanang menyebut, ada beberapa kawasan di Kota Malang yang ditetapkan sebagai titik rawan banjir. Berikut daftarnya:Selain itu, ada empat titik rawan pohon tumbang, yakni:“Rencana kami menyiapkan dua Posko Terpadu Tanggap Bencana Kota Malang selama momen natal dan tahun baru 2026, yakni di Jembatan UB dan Ruko Ciliwung," ujarnya.Posko tersebut, menurut Nanang, akan berfungsi sebagai pusat integrasi lintas instansi, serta dilengkapi dengan peralatan tanggap darurat, tenaga pendamping, dan penguatan koordinasi."Selain anggota kepolisian, kami juga berkolaborasi dengan lintas sektor untuk menyiagakan peralatan serta personel sesuai dengan keahliannya," katanya.Baca juga: Kota Malang Kerap Dilanda Banjir, Anggota DPRD Bicara soal Solusi Hingga AnggaranNanang mengungkapkan, Dinas Kesehatan Kota Malang menyiagakan lima rumah sakit rujukan, layanan darurat 119, tim RHA, serta tim EMPD di seluruh kecamatan sebagai dukungan respons kesehatan cepat selama periode cuaca ekstrem dan keramaian Nataru.Demikian juga, PLN menyiapkan 14 posko, 581 personel, pemantauan cuaca WOFI, 57 titik SPKLU, serta SOP darurat untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan dan mempercepat perbaikan apabila terjadi gangguan."Dinas Lingkungan Hidup juga turut menyiagakan personel dan armada untuk menangani kejadian pohon tumbang di titik rawan," ujarnya.Sebelumnya, puluhan titik di wilayah Kota Malang terendam banjir pada Kamis 4 Desember 2025 akibat tingginya curah hujan.Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Malang, terdapat 39 titik di Kota Malang yang terendam banjir yang tersebar di tiga Kecamatan di Kota Malang, yakni Kecamatan Sukun, Kecamatan Lowokwaru, dan Kecamatan Blimbing, dengan tinggi genangan mencapai 1,5 meter.Akibat peristiwa itu, terdapat rumah warga yang ambruk di kawasan Kelurahan Kedawung, Kecamatan Lowokwaru, hingga menimpa penghuninya.Dampak lain, terdapat pohon tumbang di kawasan Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Sawojajar.Baca juga: Wali Kota Malang Jelaskan Faktor Penyebab Banjir Kepung Kota Malang


(prf/ega)