Pilu Ibu Empat Anak di Deli Serdang, Suaminya Tewas Dianiaya Usai Dituduh Mencuri

2026-01-14 01:51:47
Pilu Ibu Empat Anak di Deli Serdang, Suaminya Tewas Dianiaya Usai Dituduh Mencuri
MEDAN, – Suasana duka menyelimuti rumah Reza Fahlevi (30) di Dusun II Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Ayah empat anak itu meninggal dunia setelah dianiaya sekelompok orang yang menuduh dirinya mencuri.Istri Reza, Adiba Asma (29), masih mengingat detik awal kejadian. Pintu rumah diketuk keras, membuat Reza keluar dari kamar dan menyusul ke teras. Saat itu, Reza sudah dinaikkan ke atas sepeda motor oleh empat pria.“Ada empat orang mereka. Bawa dua sepeda motor. Suami saya didudukkan di tengah, diapit lah,” kata Adiba di rumahnya, Jumat .Baca juga: Viral 2 Pria Tewas Dianiaya di Deli Serdang, 6 Pelaku Telah DitangkapAdiba sempat berteriak menanyakan ke mana suaminya dibawa. Para pelaku hanya menjawab Reza tidak akan diapa-apakan. Tak lama, ibu Reza ikut keluar mempertanyakan hal serupa sebelum para pelaku meninggalkan lokasi.Cemas, Adiba dan mertuanya meminjam sepeda motor tetangga untuk mengejar pelaku, namun kehilangan jejak. Ia kemudian mendatangi rumah salah satu pelaku, tetapi suaminya tidak ditemukan. Adiba meminta bantuan kepala dusun untuk mencari Reza.Sekitar dua jam kemudian, Adiba mendapat kabar suaminya dibawa ke RS Umum Pancur Batu. Sesampainya di rumah sakit, ia langsung menangis histeris ketika melihat kondisi Reza di ruang jenazah.“Di tangannya ada banyak sayatan. Wajahnya juga. Di kakinya ada luka bolong,” ujar Adiba dengan suara bergetar.Belakangan ia baru mengetahui Reza dituduh mencuri uang ibu dari salah satu pelaku. Namun, menurut Adiba, suaminya hingga meninggal tetap membantah tuduhan tersebut.Reza dikenal sebagai pekerja keras. Selama tiga tahun terakhir ia bekerja sebagai juru masak di Temu Tengah Universitas Sumatera Utara mulai pukul tujuh pagi sampai tujuh malam. Adiba sendiri bekerja sebagai juru masak di dapur MBG Namo Bintang.“Harapan ke depan, saya bisa menjalani hidup. Mengurus anak-anak. Untuk pelaku, dihukum seberat-beratnya. Berikan keadilan bagi saya dan anak-anak,” kata Adiba.Kapolsek Pancur Batu, Kompol Djanuarsa, membenarkan adanya dua korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, yakni Reza dan Jakup (17).“Ada dua orang yang meninggal dunia. Untuk lebih lanjut bisa ditanyakan ke Polrestabes karena ditangani di sana,” kata Djanuarsa.Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyebut sudah menerima laporan keluarga korban. Sejauh ini, enam terduga pelaku telah ditangkap.“Sedang kita tangani perkaranya. Ada enam orang yang ditangkap. Untuk sebabnya masih didalami,” ujar Bayu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-14 01:00