Kaltim Ekspor Damar Batu ke Sri Lanka, Nilai Capai 26 Ribu Dollar AS

2026-02-02 10:52:39
Kaltim Ekspor Damar Batu ke Sri Lanka, Nilai Capai 26 Ribu Dollar AS
BALIKPAPAN, — Kalimantan Timur (Kaltim) mengekspor damar batu perdana ke Sri Lanka sebanyak 28 ton. Hasil dari komoditas ini mencapai 26 ribu Dollar AS.Ekspor ke Sri Lanka dilakukan melalui Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT), Balikpapan pada Kamis .Kepala Export Center Balikpapan, Abdullah Umar Bahar, mengatakan permintaan damar batu di negara-negara Asia Selatan terus meningkat.“Permintaan batu ini cukup banyak diminati, malah kekurangan. Selama ini banyak dipasok dari daerah lain. Dari Kaltim, ini pertama kali ke Sri Lanka,” ujarnya.Sebelumnya, damar batu asal Kaltim telah dikirim ke Bangladesh dan India, di mana ekspor perdana dilakukan pada 2021 oleh PT Shifa Naghari Indonesia.Baca juga: Di Tengah Penurunan Ekspor, Kaltim Kirim Perdana 28 Ton Damar Batu ke Sri LankaPengiriman kali ini juga dilakukan oleh PT Shifa Naghari Indonesia melalui kontrak kerja sama selama tiga tahun.Volume pengiriman akan mengikuti ketersediaan bahan baku di daerah.“Kalau memungkinkan setiap bulan, mereka berharap pengirimannya bisa rutin karena memang sangat dibutuhkan. Kami mendorong agar Balikpapan bisa mengirim setiap bulan,” kata Abdullah.Bahan baku damar batu dikumpulkan dari berbagai wilayah Kaltim, mulai Berau, Malinau, hingga Sepaku (PPU).Damar batu sendiri berasal dari getah pohon meranti. Di Sri Lanka, komoditas ini digunakan untuk bahan baku cat, pernis, pelitur, dan semir sepatu.Baca juga: Prabowo Minta Tambang Ilegal Ditindak, JATAM Kaltim : Tangkap Dalang Utama! Sementara di Bangladesh, damar batu dimanfaatkan sebagai campuran produk pengharum karena aromanya yang menyerupai kemenyan saat dibakar.Abdullah menambahkan PT Shifa Naghari Indonesia selama ini fokus pada komoditas hasil hutan bukan kayu, termasuk produk turunan kelapa dan hasil pertanian lainnya.Selain damar batu, Kaltim juga memiliki komoditas unggulan seperti lada Malonan, meski harganya kurang kompetitif akibat persaingan dengan Vietnam serta tingginya biaya logistik.Abdullah menjelaskan Export Center rutin menggelar business pitching, pendampingan regulasi negara tujuan, hingga membantu UMKM menyiapkan dokumen ekspor.Salah satu hasil terbaru adalah fasilitasi ekspor cocopeat (sabut kelapa) dari PPU yang terhubung dengan KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) di Taiwan hingga terjadi kontrak pembelian di Trade Expo Indonesia 2025.Namun, berbagai hambatan masih memperlambat ekspor produk lokal, terutama sektor makanan yang membutuhkan standar keamanan seperti HACCP dan izin BPOM.Baca juga: UKM Dampingan Kemendag Berhasil Ekspor Damar Batu dan Lidi Sawit ke India dan Pakistan“Di Penajam dan beberapa daerah lain hampir tidak ada produk yang punya izin BPOM, umumnya hanya PIRT, karena pasarnya lokal. Padahal sebenarnya persyaratan ekspor mudah saja, cukup punya NPWP dan NIB,” ujarnya.Untuk damar batu, tantangan terbesar adalah minimnya informasi di tingkat daerah terkait nilai ekonominya.“Banyak yang menemukan damar batu, tapi mereka tidak tahu apakah ada harganya atau tidak. Perlu sosialisasi produk ini,” kata Abdullah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-02 08:47