Polisi Imbau Wisatawan Tidak Pakai Kendaraan Matic Saat Berlibur ke Bromo

2026-02-05 18:33:56
Polisi Imbau Wisatawan Tidak Pakai Kendaraan Matic Saat Berlibur ke Bromo
MALANG, - Polres Malang mengimbau bagi wisatawan yang hendak berlibur ke kawasan Gunung Bromo via Malang, Jawa Timur agar tidak menggunakan kendaraan bertransmisi matic.Hal ini untuk menghindari potensi terjadinya kecelakaan karena jalur menuju Gunung Bromo banyak tanjakan dan turunan tajam.“Kalaupun terpaksa menggunakan kendaraan bertransmisi matic, tolong pastikan menggunakan gigi rendah, untuk menghindari potensi terjadinya malfungsi saat berada di jalur menanjak atau menurun,” kata Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska saat ditemui, Jumat .Baca juga: Tanpa Kembang Api, Pemkot Malang Rayakan Pergantian Tahun dengan Doa BersamaSementara itu, bagi wisatawan yang menggunakan jasa transportasi jeep bromo, Chelvin menghimbau agar wisatawan menggunakan jeep yang sudah memiliki nomor punggung.Sebab, jeep yang sudah memiliki nomor punggung dipastikan sudah lolos ramp check dan telah terdaftar asuransi.“Saat ini sudah ada sekitar 400 jeep lebih yang sudah kami lakukan ramp check dan memiliki nomor punggung, yang artinya sudah terjamin asuransi,” ujarnya.Sementara itu, mengantisipasi kepadatan kendaraan ke arah Gunung Bromo, selama momen libur natal dan Tahun Baru 2026 ini, terutama pada high season, kepolisian juga telah menyiapkan skema pengaman lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan.Di antaranya, menurut Chelvin, pihaknya telah menyiapkan pemanfaatan rest area Gubukklakah sebagai tempat penampungan sementara kendaraan, apabila terjadi kemacetan.“Di rest area Gubukklakah kami dirikan pos pelayanan. Apabila terjadi kepadatan, maka kendaraan akan kami istirahatkan di sana, dalam rangka mengurai kemacetan,” jelasnya.Baca juga: Libur Nataru, Mobilitas Masyarakat di Kota Malang Meningkat 23 PersenSelain itu, kepolisian juga telah memasang sejumlah papan imbauan keselamatan di jalur rawan menuju Gunung Bromo.Chelvin menyebut pemasangan papan imbauan itu bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan, khususnya wisatawan yang hendak melintas ke Gunung Bromo.“Seperti kita tahu, jalur kawasan Gunung Bromo via Malang ini memiliki karakteristik turunan panjang dan tikungan tajam. Dengan papan imbauan ini kami harap bisa menjadi peringatan dini agar pengendara lebih waspada dan mematuhi aturan keselamatan,” bebernya.Baca juga: Soto Basket Malang, Kuliner Legendaris Tanpa Koya yang Eksis 3 GenerasiAdapun beberapa titik rawan yang dipasangi papan imbauan di antaranya, di kawasan Blok Peteteh, Blok Wedi Ireng, Tanjakan Sinoman, Tanjakan Lanjing, Tanjakan Ijo, dan Tanjakan Jarak Ijo.“Kami mengimbau pengendara memastikan kondisi kendaraan prima, menggunakan gigi rendah saat turunan, serta tidak memaksakan kendaraan, terutama di jalur pegunungan,” pungkas Chelvin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-02-05 16:54