Update Banjir dan Longsor di Sumut: 13 Warga Meninggal, Pencarian Masih Berlanjut di 7 Kabupaten

2026-01-13 06:15:32
Update Banjir dan Longsor di Sumut: 13 Warga Meninggal, Pencarian Masih Berlanjut di 7 Kabupaten
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara melaporkan adanya peningkatan jumlah korban dan kerusakan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi yang melanda tujuh kabupaten/kota di wilayah tersebut.Data terbaru menunjukkan bahwa bencana yang dipicu curah hujan tinggi ini menimbulkan korban jiwa, kerusakan permukiman, dan terganggunya aktivitas masyarakat.BPBD Sumut mencatat sebanyak 13 orang meninggal dunia akibat bencana yang terjadi sejak Sabtu hingga Selasa ."Hingga pukul 08.00 WIB pagi ini terdapat 13 orang dinyatakan meninggal dunia di tujuh kabupaten/kota," kata Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, melalui sambungan telepon dari Medan dikutip dari Antara.Baca juga: Banjir Bandang Landa Tapanuli, Air Coklat Bercampur Kayu Meluncur dari PegununganMenurut Sri Wahyuni yang sedang bertugas di Kabupaten Tapanuli Utara, korban meninggal dunia paling banyak berasal dari dua kabupaten.Sebanyak sembilan korban tercatat di Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan rincian enam orang di Kecamatan Batangtoru, satu orang di Kecamatan Sipirok, dan satu orang di Kecamatan Angkola Barat.Empat korban lainnya berasal dari Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, setelah tertimbun material longsor di dalam rumah mereka.Baca juga: Ribuan Rumah di Tapanuli Tengah Terendam Banjir, 4 Orang TewasDok Kodam I Bukit Barisan Suasana prajurit TNI sedang melakukan evakuasi terhadap warga terdampak banjir di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Selasa . BPBD Sumut menjelaskan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus pada 22–25 November 2025 menyebabkan meluapnya sejumlah sungai di daerah tersebut dan memicu banjir serta longsor.Tujuh kabupaten/kota terdampak antara lain Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Nias Selatan, dan Padangsidimpuan."Korban yang mengalami luka-luka ada 37 orang, dan tiga orang masih dinyatakan hilang di Tapanuli Selatan. Di Tapanuli Tengah masih dalam pendataan," ujar Sri Wahyuni menambahkan.Baca juga: Banjir dan Longsor Melanda 2 Desa di Tapanuli Utara, 60 Rumah TerendamKerusakan paling signifikan terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan total 330 unit rumah terdampak.Dari jumlah tersebut, 12 rumah mengalami kerusakan berat, enam rusak sedang, dan 312 rusak ringan. Selain itu, satu unit sekolah juga mengalami kerusakan.Di Kabupaten Mandailing Natal, terdapat 561 kepala keluarga atau 2.244 jiwa yang mengungsi. Sebanyak 13 rumah mengalami kerusakan berat, satu sekolah rusak, dan banjir merendam 85 hektare lahan pertanian warga.Baca juga: Update Banjir dan Longsor Tapanuli Raya: 8 Orang Meninggal, 58 Luka-luka, 2.851 MengungsiSementara itu, Tapanuli Utara mencatat 19 kepala keluarga yang mengungsi. Lima rumah mengalami kerusakan berat, 64 rumah rusak ringan, empat titik ruas jalan rusak, dan satu jembatan terputus akibat bencana tersebut.Bencana hidrometeorologi juga berdampak pada wilayah lain di Sumatera Utara. Di Kabupaten Nias Selatan, satu rumah dilaporkan rusak berat dan satu ruas jalan mengalami gangguan.Sementara di Kota Padangsidimpuan, satu warga dinyatakan hilang dan 220 jiwa harus tinggal di lokasi pengungsian.


(prf/ega)