JAKARTA, - Meninggalnya sopir truk sampah Jakarta Selatan, Yudi, akibat kelelahan pada Jumat memicu tuntutan para sopir agar disediakan fasilitas istirahat di TPST Bantargebang.Yudi meninggal setelah tiga hari berturut-turut mengantre giliran membuang sampah dari Jagakarsa selama delapan jam per hari, disertai minimnya waktu istirahat.“Kami sih mintanya fasilitas istirahat. Kalaupun bisa dia (sopir) sudah merasa lelah, walaupun belum buang muatan, dia minggir, dia istirahat,” kata salah satu sopir truk sampah, Fauzan (bukan nama sebenarnya), saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu .Para sopir juga berharap TPST Bantargebang dilengkapi pusat pemeriksaan kesehatan.Pekerjaan yang menuntut waktu di lapangan melebihi jam kerja kerap membuat mereka jatuh sakit, seperti dialami Yudi.Baca juga: Kerja Lembur Berhari-hari, Sopir Truk Sampah Jaksel Meninggal DuniaYudi berangkat dari Lubang Buaya, Jakarta Timur sejak pagi buta ke pool truk sampah Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, kemudian menjemput sampah di Jagakarsa.Fauzan menyebut Yudi adalah tipe orang yang jarang terbuka mengenai kondisi kesehatannya dan cenderung menyimpan rasa sakit agar tidak membebani orang lain.Maka dari itu, pusat pemeriksaan kesehatan diharapkan memudahkan sopir mengakses fasilitas medis saat bertugas.“Salah satu hal harapannya itu tadi adanya check point untuk pemeriksaan kesehatan, dimana mereka sudah-sudah merasa sampai masuk Bantargebang itu ada sesuatu yang dirasa jadi bisa langsung dicek,” kata Fauzan.Baca juga: Gegara Aplikasi Maps, Jalan Sempit di Sawangan Depok Banyak Dilintasi Mobil hingga JeblosSelain itu, para sopir juga meminta peningkatan pelayanan di TPST Bantargebang, khususnya di zona buang dan akses jalan. Beberapa titik jalan dilaporkan berlubang dan curam.“Jalan menuju Zona Buang 4 cenderung berundak karena terdorong oleh tumpukan sampah yang terus ditekan ke bawah. Karena kondisi jalankan ngedorong ini (beton jalan) secara fisika. Yang tadinya coran tebelnya sampai 22 cm, ngangkat ya dia, karena bawahnya ngedorong ngangkat miring,” jelas Fauzan.Kondisi ini membuat truk yang melintas kerap terjungkal ke samping atau belakang.Fauzan menyatakan bahwa permintaan perbaikan jalan telah disampaikannya berulang kali kepada pimpinan, namun hanya dilakukan perbaikan sementara.“Biasanya ditindak lanjut, tapi bertahan sebentar. Ini diperbaiki, baiknya sebulan, tapi rusaknya bisa berbulan-bulan,” kata Fauzan.
(prf/ega)
Sopir Truk Sampah Desak Tempat Istirahat di Bantargebang, Usai Ada Sopir Meninggal Kelelahan
2026-01-12 03:37:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:09
| 2026-01-12 03:33
| 2026-01-12 02:56
| 2026-01-12 02:08
| 2026-01-12 01:33










































