Estimasi Biaya Perbaikan Mobil Terendam Banjir Sampai Atap

2026-02-02 01:05:59
Estimasi Biaya Perbaikan Mobil Terendam Banjir Sampai Atap
SOLO, KOMPAS com - Musibah banjir melanda beberapa wilayah di Indonesia, khususnya di Sumatera. Banyak dijumpai mobil terendam banjir sampai atap, membuat kondisinya penuh lumpur baik di bagian eksterior ataupun interior.Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah unit tersebut masih bisa diperbaiki dan berapa estimasi ongkosnya sampai unit bisa digugat kembali.Eko Setiawan, pemilik bengkel mobil Everest Motors Bintaro, Tangerang Selatan mengatakan semakin mahal atau canggih mobil yang terendam, akan membutuhkan biaya perbaikan lebih besar.Baca juga: Perbaikan Mobil Bekas Banjir, Bisa Pulih 100 Persen?“Mercedes-Benz pernah sampai habis Rp 150 juta, mobil terendam penuh, sedangkan mobil seperti Avanza bisa sampai Rp 20 jutaan lebih, tapi tidak sampai Rp 30 juta, itu estimasi paling kecilnya,” ucap Eko kepada , Minggu .Ketika mobil sudah terendam sampai atap, menurut Eko, potensi kerusakan bisa mencakup semua komponen elektrikal, mesin, transmisi, interior dan eksterior.Muchlis, Instruktur Nasmoco Solo Baru mengatakan estimasi ongkos perbaikan mobil terendam banjir sampai penuh dipengaruhi oleh tingkat kerusakan dan jenis mobilnya.Baca juga: [POPULER OTOMOTIF] Quartararo Disentil Yamaha, Nasib Mobil Usai Banjir/WAHYU ADITYO PRODJO Sebuah mobil terlihat teronggok rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, Agam, Sumatera Barat pada Jumat siang. Delapan hari pasca-banjir bandang, sejumlah motor dan mobil belum dievakuasi.“Setiap mobil punya fitur beragam, sehingga potensi kerusakan bisa beda satu dengan lainnya, semakin canggih maka bisa lebih mahal karena makin banyak potensi komponen yang rusak,” ucap Muchlis kepada , Minggu .Misal, Avanza lansiran tahun 2015 ke atas, Muchlis mengatakan biaya perbaikannya bisa berkisar antara Rp 30 sampai Rp 50 jutaan, tergantung tingkat kerusakannya.“Itu estimasi kasar, dengan kondisi mesin terendam, harus turun mesin, engine control module (ECM) dan komponen kelistrikan seperti transmission control module (TCM), body control module (BCM), dan modul airbag korsleting,” ucap Muchlis.Baca juga: Cara Mudah Mendeteksi Mobil Bekas BanjirDalam menangani mobil terendam banjir, menurut Muchlis, bagian terpenting adalah membersihkan semua komponen dari sisa lumpur dan mengeringkannya sesegera mungkin.“Area mesin wajib dibersihkan dulu, saluran intake pastikan bersih tidak ada air, cek lubang busi, bisa putar puli crankshaft dulu dan pastikan bisa berputar lancar, kalau tidak lancar bisa turun mesin,” ucap Muchlis.Artinya, kondisi unit mobil terendam banjir bisa sangat beragam. Estimasi di atas hanya gambaran kasar saja, sehingga tarif resminya kondisional, bisa kurang atau justru lebih. Bisa juga mobil hanya perlu pembersihan, atau masuk salon, yakni estimasi ongkosnya mulai Rp 6 sampai Rp 10 juta.Baca juga: BYD Sumbang Rp 1 Miliar, Bantuan untuk Korban Banjir di SumateraTangkapan layar TikTok (@354_.rifqi_.313) Mobil Isuzu Panther terendam banjir mesinnya masih bisa menyala, pakar otomotif UNY beri penjelasanMenurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, salah satu faktor utama yang mempengaruhi besarnya biaya perbaikan mobil terendam banjir adalah mesin dalam kondisi hidup.“Kalau mobil dalam keadaan mati saat terendam, biaya perbaikannya bisa berkisar antara Rp 30 juta hingga Rp 50 juta. Namun, bila mobil dalam kondisi menyala saat terkena banjir, risikonya lebih besar karena bisa mengalami water hammer. Biaya perbaikannya bisa jauh lebih mahal, bahkan mencapai Rp 70 juta untuk jenis mobil tertentu," kata Lung Lung mengutip dari Kompas.com, belum lama ini.Kerusakan akibat banjir tidak hanya terbatas pada mesin, tetapi juga merambat ke berbagai komponen elektronik. Kalau mobil terendam dalam waktu lama, hampir semua sistem kelistrikan dan elektronik harus diganti.Baca juga: Benarkah Mobil Diesel Lebih Tahan Banjir? Ini Faktanya"Semua elektronik bisa rusak, termasuk modul-modul, head unit, speaker, karpet dasar, busa jok, plafon, sensor-sensor, ECU, TCM, power window, central lock, hingga airbag. Jika mesin mengalami water hammer, maka blok mesin harus diganti, dan itu jelas menambah biaya perbaikan yang sangat besar," jelasnya. Lung Lung juga menyarankan agar pemilik mobil yang terkena banjir tidak langsung menyalakan kendaraan setelah air surut. Hal ini untuk mencegah kerusakan lebih lanjut akibat korsleting atau masuknya air ke dalam ruang bakar. "Jangan langsung nyalakan mesin setelah banjir, apalagi kalau sudah terendam lama. Lebih baik panggil bengkel atau derek untuk pemeriksaan lebih lanjut agar tahu tingkat kerusakan yang terjadi," ujarnya.Untuk menghindari kerusakan berat akibat banjir, pemilik mobil disarankan untuk menghindari area rawan genangan, selalu memantau kondisi cuaca, serta melakukan perawatan rutin agar kendaraan tetap dalam kondisi prima.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-02 00:10