Bertahan Sejak 1984, Elti Gramedia Unggulkan Metode Unik dan Hadirkan "Communal Space"

2026-01-12 06:31:53
Bertahan Sejak 1984, Elti Gramedia Unggulkan Metode Unik dan Hadirkan
YOGYAKARTA, - Elti Gramedia, lembaga kursus bahasa Inggris di Yogyakarta, telah berdiri sejak tahun 1984.Selama 41 tahun berdiri, Elti Gramedia selalu adaptif dengan zaman.Branch Superintendent Elti Gramedia Yogyakarta, Yustian Kristantyo, mengatakan Elti Gramedia berdiri sejak 1984 dan menghadirkan teaching media sebagai ciri khas.“Ciri khas kami di pengajaran. Ciri khas pengajaran kami dengan pendekatan cara unik, dengan teaching media berbeda dengan lembaga lain. Pakai kartu, flash card, siswa dapat berinteraksi langsung,” ujarnya, Minggu .Menurut dia, dengan cara pembelajaran interaktif, menghadirkan rasa yang berbeda pada era digital sekarang.Baca juga: 20 SD Paling Berprestasi di DIY Versi Puspresnas, Referensi Ikut SPMB 2026Selain teaching media yang berbeda dengan lembaga lain, Elti Gramedia juga adaptif dengan perkembangan zaman.Pada reopening Elti Gramedia yang beralamat di Jalan Sabirin, Kota Yogyakarta, ini sekaligus memperkenalkan program baru, yakni Bahasa Mandarin dan Coding.Menurut Yustian, Bahasa Mandarin di era sekarang sangat dibutuhkan mengingat perkembangan Tiongkok atau China yang sangat pesat dari sisi bisnis, sehingga bahasa China dibutuhkan untuk transfer of knowledge.“Mereka akan mendapatkan pilihan yang lain, yaitu Bahasa Mandarin dan Coding, yang juga sama pentingnya untuk ke depan, terutama jika dipelajari dari dini,” katanya.Yustian menambahkan, fasilitas baru yang disediakan Elti Gramedia adalah communal space yang disediakan bagi komunitas.“Nanti bisa berkoordinasi lagi dengan kami untuk setiap event yang mungkin akan diadakan di sini. Intinya, kami free untuk berkolaborasi bersama komunitas-komunitas di Jogja, terlebihnya,” ujarnya.Baca juga: Daftar Kampus PPG Calon Guru 2025 di Jawa Tengah dan DIY, Lengkap dengan SyaratnyaSementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menambahkan bahwa Kota Yogyakarta berbeda dengan daerah lain yang memiliki sumber daya alam.Menurut Hasto, Kota Yogyakarta memiliki keunggulan pada Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini dibuktikan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Yogyakarta yang saat ini merupakan yang tertinggi di Indonesia dengan angka 89,10."Di era globalisasi, kemampuan bahasa asing dan pengetahuan digital coding bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak," katanya.Kehadiran fasilitas pendidikan non-formal yang berkualitas seperti ELTI dinilai krusial untuk mempertahankan prestasi tersebut dan menyongsong Generasi Emas 2045."Apa yang diajarkan di ELTI ini bukan hanya tentang kosakata, tapi membangun sikap terbuka dan percaya diri berinteraksi dengan dunia luar," pungkas Hasto.


(prf/ega)