Petasan 50 Kg Meledak dalam Mobil di Sentani Papua, 2 Orang Terluka

2026-01-12 06:39:53
Petasan 50 Kg Meledak dalam Mobil di Sentani Papua, 2 Orang Terluka
SENTANI, – Satu unit mobil jenis daihatsu grand max ringsek dan dua orang terluka akibat ledakan petasan di Jalan Raya Sentani-Abepura di Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura pada Minggu .Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali, mengatakan, insiden ini terjadi ketika mobil yang dikemudikan oleh AB (40) mengangkut petasan korek seberat sekitar 50 kilogram dan tiga karton petasan jenis Roman Candle dari Tanah Hitam Abepura menuju salah satu toko di wilayah Toladan, Sentani.Namun, dalam perjalanan, tepatnya di lokasi kejadian tiba-tiba petasan yang diangkut meledak yang menyebabkan mobil rusak parah dan dua orang terluka."Dari keterangan awal yang kami dapatkan, mobil yang dikendarai AB membawa petasan lebih dari 50 kilogram menuju Sentani. Namun dalam perjalanan itu, tiba-tiba petasan meledak yang mengakibatkan mobil rusak parah," kata Alamsyah ketika dikonfirmasi pada Senin .Baca juga: Kapolres Situbondo Larang Warga Pesta Petasan dan Mercon Saat Malam Tahun BaruSelain itu, Alamsyah menyebut, terdapat dua orang yang ada di atas mobil ikut terluka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis."Dua penumpang yakni MI (26) dan FHH (29) mengalami luka sobek di bagian dagu dan pelipis serta luka lecet di leher dan sudah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis," ujarnya.Dari hasil pemeriksaan sementara, puluhan kilogram petasan meledak karena tidak ditutup dengan baik dan diduga terpengaruh panas mesin kendaraan maupun suhu cuaca."Berdasarkan keterangan sementara para korban, petasan yang diangkut tidak dalam kondisi tertutup terpal atau box, sehingga sangat dimungkinkan terpengaruh panas mesin kendaraan maupun suhu cuaca yang menyebabkan petasan meledak," kata Alamsyah.Meski begitu, dia mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab ledakan.“Untuk kepastian penyebab ledakan, kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut," ujarnya.Lebih lanjut, Alamsyah mengimbau agar masyarakat tidak menyimpan barang berbahaya seperti petasan."Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mengangkut atau menyimpan bahan berbahaya, termasuk petasan, tanpa prosedur keselamatan yang sesuai karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tandasnya.Baca juga: Prabowo Mau Papua Ditanam Sawit, Dewan Adat Papua: Kami Tak Mau Warisi Bencana ke Anak-Cucu


(prf/ega)