Menghitung Realita Hidup Pekerja Jakarta dengan UMP Rp 5 Juta per Bulan

2026-01-11 15:03:54
Menghitung Realita Hidup Pekerja Jakarta dengan UMP Rp 5 Juta per Bulan
JAKARTA, - Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta yang berada di kisaran Rp 5 juta kerap dipersepsikan sebagai angka “tinggi” jika dibandingkan dengan daerah lain.Namun, di balik nominal tersebut, realitas hidup pekerja di Jakarta tak sesederhana hitung-hitungan di atas kertas.Biaya sewa hunian, transportasi harian, kebutuhan pangan, hingga pos tak terduga kerap membuat gaji habis jauh sebelum tanggal gajian berikutnya tiba.Bagi sebagian pekerja lajang, UMP mungkin masih memungkinkan untuk bertahan dengan berbagai kompromi.Namun, bagi pekerja berkeluarga atau mereka yang tak punya ruang memilih tempat tinggal dekat kantor, angka Rp 5 juta cepat tergerus pengeluaran wajib.Di titik inilah pertanyaan muncul: apakah UMP Jakarta benar-benar mencerminkan hidup layak, atau sekadar batas minimum untuk bertahan?Baca juga: Hidup dari Gaji UMP di Jakarta: Bertahan, Berhemat, dan Menunda MimpiPerencana Keuangan Rista Zwestika CFP WMI menjelaskan, secara resmi UMP DKI Jakarta 2025 berada di kisaran Rp 5,39 juta per bulan. Namun, angka tersebut belum mencerminkan kebutuhan hidup riil warga Jakarta.“Survei BPS dan sejumlah lembaga menunjukkan bahwa biaya hidup rata-rata rumah tangga di Jakarta jauh lebih tinggi, sekitar Rp 14,8 juta per bulan untuk rumah tangga. Artinya, UMP hanya menutup sebagian kebutuhan dasar, terutama bila ada tanggungan,” kata Rista saat dihubungi Kompas.com, Rabu .Menurut dia, untuk pekerja lajang dengan pengeluaran sangat hemat, gaji setara UMR mungkin masih memungkinkan untuk “bertahan”.Namun, itu pun harus disertai kompromi besar, seperti tinggal di kos murah yang jauh dari tempat kerja, mengandalkan transportasi publik, dan menekan konsumsi harian.“Untuk keluarga, UMP umumnya tidak cukup tanpa tambahan penghasilan atau dukungan lain,” kata dia.Baca juga: Gaji Jakarta Rp 5 Juta Hanya Sekadar Cukup, Bahkan Terasa KurangRista memaparkan, dengan gaji Rp 5 juta, idealnya pengeluaran harus diatur ketat dengan skala prioritas yang jelas.Dalam versi realistis, alokasi kebutuhan pokok dapat dibagi sebagai berikut:Dalam versi agresif menabung, porsi tabungan bisa ditingkatkan hingga 15 persen atau Rp 750.000, dengan konsekuensi pemangkasan pada pos hunian dan konsumsi.Namun, Rista mengingatkan bahwa di Jakarta, pengeluaran transportasi sering kali mendekati angka jutaan rupiah per bulan, tergantung jarak hunian ke tempat kerja.


(prf/ega)