Sidang Korupsi Jalan Sumut, Terungkap Cara Topan Ginting Geser Anggaran Rp 157 Miliar

2026-01-14 16:52:00
Sidang Korupsi Jalan Sumut, Terungkap Cara Topan Ginting Geser Anggaran Rp 157 Miliar
MEDAN, – Topan Obaja Putra Ginting, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara, menjalani sidang perdana sebagai terdakwa bersama eks Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas PUPR Gunung Tua, Rasuli Efendi Siregar, di Pengadilan Negeri Medan, Rabu .Topan, yang dilantik sebagai Kadis PUPR Sumut oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution pada 24 Februari 2025, disebut menggeser anggaran Rp 157 miliar untuk peningkatan dua ruas jalan di Sumut. Belakangan diketahui dua proyek tersebut tidak memiliki dokumen perencanaan.“Topan menerima hadiah uang sebesar Rp 50.000.000 dan janji commitment fee sebesar empat persen dari nilai kontrak. Sementara Rasuli menerima uang sejumlah Rp 50.000.000 dan janji commitment fee sebesar satu persen,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Eko Wahyu Prayitno, saat membacakan dakwaan.Baca juga: Sidang Korupsi Jalan Sumut, Jaksa KPK Bakal Hadirkan 40 Saksi dengan Terdakwa Topan GintingEko menjelaskan, uang tersebut diberikan oleh Akhirun Piliang, Direktur Utama PT Dalihan Natolu Grup, dan Reyhan Dulasmi, Direktur Utama PT Rona Mora, agar proses pelelangan dengan metode e-katalog diarahkan kepada perusahaan mereka.Adapun paket pekerjaan itu meliputi peningkatan struktur Jalan Provinsi ruas Sipiongot–batas Labuhanbatu serta peningkatan struktur Jalan Provinsi ruas Hutaimbaru–Sipiongot di Kabupaten Padang Lawas Utara.Penyalahgunaan kewenangan bermula saat Topan memanggil Kepala UPTD Dinas PUPR Sumut pada 25 Februari 2025 untuk memaparkan kebutuhan daerah masing-masing. Rasuli lalu memaparkan ruas jalan yang telah dianggarkan dan ruas yang membutuhkan penanganan, termasuk dua ruas jalan tersebut.“Namun kedua pekerjaan tersebut belum dianggarkan pada APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2025,” kata Eko.Pada 11 Maret 2025, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Effendi Pohan mengirim surat undangan rapat terkait pembahasan pergeseran ketiga atas Pergub 37/2024.Dalam rapat pada 12 Maret 2025 itu, Topan mengajukan usulan pergeseran anggaran yang mencakup dua paket jalan tersebut.Baca juga: Sidang Dakwaan Korupsi Jalan di Sumut, Topan Ginting Terancam 20 Tahun PenjaraUsulan itu kemudian disetujui tim TAPD dan dituangkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 16 Tahun 2025 pada 13 Maret 2025.“Padahal terhadap kedua ruas jalan tersebut tidak termasuk penanganan dampak bencana alam serta penanggulangan infrastruktur dalam kondisi mendesak. Selain itu, Dinas PUPR Sumut tidak memiliki dokumen perencanaan yang menjadi dasar pagu anggaran,” ucap Eko.Pada 19 Maret 2025, Topan, Rasuli, dan AKBP Yasir Ahmadi, Kapolres Tapanuli Selatan, melakukan survei lapangan. Topan bertanya kepada Yasir mengenai pihak yang mampu melaksanakan proyek tersebut. Yasir dan Rasuli menyebut nama Akhirun Piliang alias Kirun, yang memiliki peralatan lengkap dan Asphalt Mixing Plant (AMP).Pada 22 Maret 2025, Kirun diperkenalkan kepada Topan di sebuah kafe di Medan. Dalam pertemuan itu, Topan menyatakan proyek akan dilaksanakan UPTD Gunung Tua, dan Kirun menyatakan minatnya.Pada 25 Juni 2025, Kirun, Reyhan, dan Yasir menemui Topan di Grand City Hall Heritage Medan untuk meminta percepatan lelang karena waktu tender hampir habis.“Atas permintaan tersebut Topan menyanggupinya dan mengatakan akan memanggil Rasuli esok harinya. Selanjutnya Reyhan atas perintah Kirun menyerahkan uang tunai sejumlah Rp 50.000.000 kepada Topan melalui ajudannya bernama Aldi Yudistira,” kata Eko.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-01-14 15:31