762 Warga Mengungsi Pascalongsor dan Banjir Bandang di Arjasari, 17 Posko Dibuka

2026-01-14 02:29:59
762 Warga Mengungsi Pascalongsor dan Banjir Bandang di Arjasari, 17 Posko Dibuka
BANDUNG, - Sebanyak 762 warga Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung terdampak bencana longsor yang disusul banjir bandang.Hingga saat ini, 415 jiwa telah terdata dan mengungsi di posko utama, sedangkan sisanya tersebar di berbagai lokasi, termasuk ke rumah kerabat di luar daerah.Koordinator Umum Posko Utama Wargaluyu, Dani Angga Setiawan (40) mengatakan, data pengungsi masih terus diperbarui karena warga tidak terkonsentrasi di satu titik.“Yang terdata kemarin di posko ini sekitar 415 jiwa. Total sementara yang kami terima sekitar 762 jiwa. Tapi datanya masih simpang siur karena warga mengungsi tidak di satu tempat. Ada yang ke saudara di luar Desa Wargaluyu,” kata Selasa .Baca juga: Bertahan di Bawah Reruntuhan, Kisah Amas Selamat dari Longsor Arjasari, BandungMenurut Dani, warga yang dievakuasi berasal dari RT 5, RT 6, dan RT 7 yang terdampak langsung longsor.Sementara itu, warga RT 4 dan RT 5 masuk kategori wilayah berpotensi terdampak dan sebagian juga telah diungsikan.“RT 6 dan RT 7 itu yang terdampak langsung. RT 4 dan RT 5 itu wilayah yang berpotensi kena bencana. Yang diungsikan berasal dari RT 5, 6, 7, dan sebagian RT 4,” ujarnya.Untuk menampung para pengungsi, saat ini telah didirikan 17 posko pengungsian yang tersebar di wilayah tersebut. Posko utama berada di Kampung Carirang, RW 8, Desa Wargaluyu.“Sekarang ada 17 titik posko pengungsi. Untuk dapur umum sementara masih terpusat di sini, tapi ada posko-posko kecil di bawah yang khusus untuk penanganan banjir,” kata Dani.Ia mengatakan, bencana yang melanda Wargaluyu bukan hanya longsor. Longsor yang terjadi di RW 9 memicu terjadinya banjir bandang yang berdampak ke sejumlah wilayah.“Awalnya kemungkinan longsor dulu di RW 9, lalu setelah itu terjadi banjir bandang. Dampaknya meluas ke RW 8, 7, 6, 5, 4, 1, dan 2,” ujarnya.Baca juga: Cerita Pengungsi Longsor Arjasari: Kasur Tipis, Selimut Terbatas, dan Harapan Tak RuntuhTerkait kebutuhan pengungsi, Dani menyebut logistik menjadi kebutuhan paling mendesak, terutama perlengkapan tidur dan kebutuhan bayi.“Kebutuhan utama itu logistik, seperti tikar, selimut, dan susu bayi. Untuk stok makanan sudah mulai masuk. Diperkirakan bisa bertahan 3 sampai 4 hari,” katanya.Namun, untuk air mineral dan beras, stok masih terbatas. Kebutuhan air minum mencapai sekitar 50 dus per hari, sementara beras yang dibutuhkan sekitar 1 kuintal per hari.“Air mineral kalau lihat stok sekarang mungkin cukup untuk satu hari satu malam. Kebutuhan per hari sekitar 50 dus, beras sekitar 1 kuintal per hari,” ucap Dani.Baca juga: Basarnas Cari Korban Longsor Arjasari, Hujan Jadi Kendala Utama


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-14 02:35
#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-14 00:42