Lagu Nina Bobo Bikin Warga Swedia Terharu saat Napak Tilas di Salatiga

2026-01-12 08:51:11
Lagu Nina Bobo Bikin Warga Swedia Terharu saat Napak Tilas di Salatiga
SALATIGA, - Lagu "Nina Bobo" yang biasa menjadi pengantar tidur terdengar di kompleks SD Negeri Salatiga 1 dan 2 Kota Salatiga.Meski terdengar sederhana, lagu tersebut memiliki makna mendalam bagi Berit Posthuma, warga dari Swedia.Berit punya kenangan manis di kota ini. Keluarganya pernah tinggal di Salatiga saat masa Hindia Belanda. Kini, ia kembali menyusuri jejak-jejak kenangan itu.Sebagian hidupnya dijalani di Kota Salatiga, dan lagu "Nina Bobo" hampir setiap malam dinyanyikan oleh pengasuhnya, seorang wanita Jawa bernama Mbok Pawiro.Baca juga: Warga Salatiga Curhat Minta Singkong Jadi Menu MBG, Gibran Janji Sampaikan ke BGNKarena itu, saat lagu pengantar tidur itu dinyanyikan, dia menjadi teringat dengan masa kecilnya dan merasa terharu.Dalam kunjungan ke Salatiga, Berit yang kini berusia 62 tahun ditemani Warin Darsono dan Anastasya Bayu Aji dari komunitas Salatiga Heritage."Selain ke SD Negeri Salatiga 1 dan 2, Berit juga berkunjung ke kantor Perumda BPR Bank Salatiga," kata Warin, Selasa .Warin mengatakan, kakek Berit adalah Kepala Sekolah Eerste Europesche Lagere School yang saat ini dikenal dengan kompleks SD Negeri Salatiga 1 dan 2."Dia berkunjung selama satu minggu untuk menapak tilas jejak keluarganya di Salatiga," paparnya.Baca juga: Gibran Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Warga Keluhkan Minimnya Lahan ParkirAyahnya, Willem Posthuma, dan pamannya juga lahir di Salatiga.Dulu, keluarga tersebut tinggal di sebuah rumah dengan halaman luas yang kini dipakai sebagai kantor Perumda BPR Bank Salatiga yang berada di Jalan Diponegoro 10, atau dahulu bernama Toentangscheweg 10, ketika masa Hindia Belanda."Ayah Berit juga pernah berkunjung ke Salatiga pada tahun 2012. Selain mengunjungi bekas kediamannya, ia juga mampir ke sekolah di mana kakeknya pernah menjabat sebagai kepala sekolah pada masa Hindia Belanda," kata Warin.Warin mengatakan, Berit di Swedia bekerja sebagai guru. Sehingga saat berkunjung ke sekolah, dia menyempatkan berinteraksi dengan murid dan guru."Mereka terlibat tanya jawab yang cukup intens, anak-anak banyak bertanya soal sistem pendidikan di Swedia yang tentu saja jauh berbeda dengan di Indonesia," ujarnya."Selain itu, mereka juga bertanya tentang adakah program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Swedia dan pertanyaan lain seputar pendidikan," kata Warin.Baca juga: Gibran Kunjungi SMP Negeri 9 Salatiga, Gubernur Jateng: Pastikan MBG Tepat SasaranWarin mengungkapkan, Berit juga berkunjung ke tempat-tempat lain yang banyak diceritakan oleh ayah dan bibinya semasa mereka hidup di Salatiga.


(prf/ega)